YOGYAKARTA, BonariNews.com — Senyum tak bisa disembunyikan dari wajah Tiara Amanda Pramesti Gumay saat ia melangkah keluar dari Grha Sabha Pramana usai prosesi wisuda, Rabu (25/2). Mahasiswi Program Studi Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada itu resmi dinobatkan sebagai wisudawan termuda. Bukan tanpa alasan—Tiara berhasil meraih gelar sarjana di usia 20 tahun 1 bulan 16 hari, jauh lebih cepat dibanding rata-rata usia lulusan yang berada pada angka 23 tahun 6 bulan 15 hari.
Prestasi tersebut menjadi buah dari proses panjang yang ia mulai sejak usia dini. Tiara masuk Sekolah Dasar pada umur 5,5 tahun sebelum melaju cepat di jenjang SMA melalui program akselerasi dua tahun. Ketekunannya mengantar Tiara masuk sebagai siswa berprestasi (eligible) hingga akhirnya diterima di UGM pada tahun 2022. Ia mengaku, dorongan terbesarnya adalah keinginan untuk mandiri sejak muda dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. “Saya selalu ingin memulai lebih cepat supaya bisa mandiri lebih awal,” ujarnya, Jumat (27/2).
Meski terlihat tenang dan cerdas, perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Tiara mengisahkan bahwa masa awal perkuliahan menjadi fase sulit. Ia kesulitan beradaptasi, merasa minder, dan sempat tertekan melihat teman-temannya tampak lebih matang. “Saya punya ambisi yang besar, tapi tidak dibarengi rasa percaya diri. Itu bikin saya sulit bersosialisasi,” kenangnya.
Namun perlahan, Tiara mulai menemukan ritmenya. Di tengah jadwal kuliah yang padat, ia memutuskan tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa FKG dan terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Meski berat pada awalnya, rangkaian pengalaman itu membantunya membangun kepercayaan diri sekaligus melatih kemampuan manajemen waktu. “Aku mencoba banyak trial and error untuk menemukan pola yang pas,” ujarnya.
Dari proses tersebut, Tiara memetik pelajaran penting: setiap orang memiliki jalur perkembangan masing-masing. Baginya, ambisi tinggi tidak cukup tanpa kesiapan mental dan komitmen untuk terus berkembang. “Ambisi itu penting, tapi harus diiringi kesabaran dan kemampuan menghargai proses diri sendiri,” pesannya.

Kini, Tiara berdiri sebagai sosok inspiratif—seorang lulusan sarjana Kedokteran Gigi di usia 20 tahun. Pencapaian yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian menghadapi proses dapat membawa sebuah hasil luar biasa. (Redaksi)
