SUMUT, Bonarinews.com – Dunia botani kembali dibuat heboh. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies tumbuhan baru yang unik di hutan Sumatra Utara. Tanaman ini memiliki daun berbulu lebat dengan tekstur menyerupai lidah kucing sehingga diberi nama ilmiah Homalomena lingua-felis.
Penemuan spesies baru ini merupakan hasil penelitian yang dipimpin oleh peneliti BRIN, Muhammad Rifqi Hariri, bersama tim peneliti dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga botani di Indonesia.
Spesies tersebut ditemukan melalui ekspedisi lapangan di kawasan Batang Toru, Tapanuli, Sumatra Utara, pada Januari 2024. Setelah dikoleksi dari habitat alaminya, sampel tanaman kemudian diteliti melalui kajian morfologi dan analisis DNA di laboratorium.
Hasil penelitian tersebut akhirnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional PhytoKeys edisi 2026 Volume 271.
Rifqi menjelaskan, salah satu ciri paling mencolok dari spesies ini adalah permukaan daun bagian atas yang dipenuhi rambut lebat dengan tekstur unik seperti lidah kucing.
“Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin yang berarti lidah kucing, merujuk pada tekstur permukaan daunnya,” jelasnya.
Selain itu, tanaman ini juga memiliki beberapa ciri morfologi lain yang membedakannya dari spesies serupa seperti Homalomena pexa, antara lain tangkai daun yang lebih pendek, permukaan daun bagian bawah berbintil, serta struktur bunga jantan berbentuk kerucut.
Tanaman ini diketahui tumbuh di habitat yang sangat spesifik, yakni pada dinding batu lembap di sekitar air terjun di hutan dataran rendah Batang Toru.
Karena wilayah penyebarannya sangat terbatas, para peneliti mengusulkan spesies ini masuk dalam kategori Rentan (Vulnerable) menurut kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ancaman utama yang dihadapi antara lain kebakaran hutan serta pengambilan ilegal karena nilai estetikanya sebagai tanaman hias.
Penemuan ini menambah daftar panjang kekayaan flora Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa kawasan hutan Sumatra masih menyimpan banyak misteri keanekaragaman hayati yang belum terungkap. (Redaksi)