Bonarinews.com, LABUAN BAJO — Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan warga negara asing asal Spanyol pada hari kesepuluh operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan jenazah ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.47 WITA. Lokasi penemuan berada pada koordinat 8°36’32.58″ Lintang Selatan dan 119°36’32.22″ Bujur Timur, atau sekitar 1,13 mil laut dari titik tenggelamnya kapal.
Jenazah pertama kali terlihat oleh tim Rigid Inflatable Boat (RIB) KPJ 2007 milik Direktorat Polisi Perairan Polda NTT yang tengah melakukan penyisiran laut. Selanjutnya, korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa dan dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
“Jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” ujar Fathur.
Ia menjelaskan, operasi pencarian hari ini difokuskan pada penyisiran pulau-pulau di sekitar lokasi kejadian, didukung penggunaan sonar dan operasi penyelaman. Hingga hari kesepuluh, sebanyak sekitar 160 personel dari berbagai unsur terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, instansi maritim, pemerintah daerah, hingga komunitas penyelam dan pelaku wisata bahari.
Sebanyak 18 unit armada laut dikerahkan dalam operasi ini, dilengkapi berbagai peralatan pencarian, termasuk multi beam sonar, drone bawah air, thermal drone, serta sistem komunikasi satelit. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau area perairan dengan arus kuat dan kontur dasar laut yang kompleks.
Meski satu korban telah ditemukan, Fathur menegaskan pencarian terhadap dua warga negara Spanyol lainnya masih terus dilanjutkan. Evaluasi strategi pencarian dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
“Arus laut dan karakter dasar perairan menjadi tantangan utama. Namun pencarian tetap dilakukan secara maksimal,” katanya.
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata Labuan Bajo yang memiliki tingkat aktivitas wisata bahari yang tinggi. (Faidin)