Semarang, Bonarinews.com – Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) berhasil menyelenggarakan Kongres I dan Rakernas VII yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025, di Hotel Metro Semarang. Acara ini menjadi momen penting bagi GPP untuk menyusun arah organisasi dan memperkuat gerakan pembumian Pancasila di seluruh Indonesia.
Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Gunawan Djayaputra, yang berterima kasih kepada semua pihak, terutama BPIP, atas dukungannya. Pembukaan juga dimeriahkan oleh Tari Bunga Rambe Nusantara dari DPD GPP Jawa Tengah dan lagu “Ibu Pertiwi” dari DPC Pontianak.
Ketua Umum GPP, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung mengatakan, Kongres pertama ini adalah bagian penting dalam perjalanan GPP sejak berdiri tahun 2019. Ia mengingatkan kembali tujuan besar bangsa, yaitu membangun masyarakat tanpa penindasan dan mewujudkan dunia yang lebih baik melalui nilai-nilai Pancasila.
“Kita kuat karena bersatu. Dengan nilai Pancasila, kita bisa membawa perubahan,” ujarnya.
Sekretaris Dewan Pengarah BPIP yang juga Ketua Dewan Pembina GPP, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan bahwa Pancasila harus terus diajarkan dan dipahami generasi ke generasi. Ia mengingatkan bahwa Pancasila adalah dasar negara, sumber hukum, dan pedoman hidup bersama. Ia juga menekankan pentingnya toleransi dan persatuan bangsa.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan Diskusi Publik bertema *“Quo Vadis Cita-Cita Revolusi Nasional?”* Diskusi ini menghasilkan rekomendasi agar bangsa Indonesia kembali memperkuat semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Para narasumber mengingatkan bahwa masalah utang, kesenjangan sosial, dan hilangnya pendidikan Pancasila adalah tantangan besar yang harus segera diperbaiki.
Setelah diskusi, Kongres I digelar untuk membahas AD/ART, program organisasi, serta memilih kepengurusan baru. Melalui musyawarah mufakat, peserta memilih:
* Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua Pembina
* Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si. sebagai Ketua Umum periode 2025–2030
* Prof. Dr. Ganjar Razuni sebagai Ketua Dewan Pakar
* Prof. Dr. Ermaya Suradinata sebagai Ketua Dewan Pengawas
Kongres kemudian dilanjutkan dengan Rakernas VII yang diikuti pimpinan GPP dari berbagai daerah. Rakernas membahas langkah kerja lima tahun ke depan, terutama penguatan kaderisasi dan penyebaran nilai Pancasila hingga ke tingkat akar rumput.
Seluruh rangkaian acara ditutup oleh Ketua Umum terpilih, Dr. Antonius, yang berterima kasih kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa GPP akan terus berupaya menghidupkan nilai-nilai Pancasila di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan Indonesia yang adil dan beradab,” ujarnya. (Redaksi)
