GMNI Tapanuli Utara Kritisi Perumda Mual Na Tio, Dugaan Nepotisme dan Pelanggaran Hukum Muncul

Bagikan Artikel

Tapanuli Utara, BonariNews.com — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tapanuli Utara mengkritisi sejumlah praktik di Perumda Mual Na Tio yang dinilai menimbulkan kegelisahan publik.

Ketua Komisaris GMNI Tapanuli Utara, Joy Ragil Sentana Sinaga, menyampaikan pernyataan sikap, Rabu (4/2/2026). Menurut Joy, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, proses pengangkatan Direktur Perumda, David Hutabarat, pada November 2025, dianggap menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Kedua, perubahan struktur organisasi dan mutasi pegawai dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. Hal ini berpotensi mengabaikan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah.

Ketiga, ada dugaan nepotisme dalam penerimaan pegawai baru. Beberapa orang diduga dipilih karena hubungan keluarga atau kedekatan tertentu, yang dinilai bertentangan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Keempat, pengangkatan tenaga ahli baru tanpa aturan yang jelas dikhawatirkan memboroskan anggaran perusahaan.

Kelima, pemotongan gaji dan penurunan status pegawai lama demi efisiensi dianggap tidak adil dan menimbulkan ketidakpuasan di internal Perumda.

Keenam, pengadaan barang dan jasa senilai ratusan juta rupiah dilakukan tanpa proses tender resmi, yang diduga melanggar aturan pengadaan pemerintah.

Joy menegaskan, GMNI menuntut adanya audit yang jelas, transparansi, dan perlindungan hak pekerja. “Kami tidak akan diam. Pendidikan bukan hanya untuk pintar, tapi juga untuk bijak dan berpihak pada kebenaran,” ujarnya.

GMNI menekankan bahwa sikap mereka didorong oleh cinta pada kebenaran, tanggung jawab moral, dan kepedulian terhadap rakyat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *