Geger NTT: Gubernur Ungkap Ibu Bocah SD yang Bunuh Diri di Ngada Ternyata Tak Pernah Terima Bansos

Bagikan Artikel

NTT, BonariNews.com — Kasus tragis bunuh diri bocah SD di Ngada kembali memicu gelombang keprihatinan publik. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengungkap fakta mengejutkan: keluarga korban ternyata tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos), meski hidup dalam kondisi miskin.

“Keluarganya pindah dari Nagekeo ke Jerebuu, tetapi administrasi kependudukannya tidak diurus. Data kependudukannya tidak ditopang,” ujar Melki di Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.

Melki menegaskan persoalan ini seharusnya tidak terjadi jika administrasi kependudukan dan pendataan keluarga miskin dilakukan dengan cermat. Ia mendesak pemerintah daerah bertindak cepat menuntaskan kekacauan data tersebut.

“Ini hanya soal selembar kertas. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” katanya dengan nada kecewa.

Meski enggan menunjuk pihak mana yang harus bertanggung jawab, Melki menyebut tragedi ini sebagai “tamparan keras” bagi pemerintah daerah maupun provinsi. Ia menegaskan seluruh kepala daerah di NTT wajib memastikan pendataan bansos benar-benar akurat agar warga miskin tidak lagi terlewat dari bantuan negara.

Pemerintah saat ini menyiapkan sejumlah dukungan untuk keluarga korban, termasuk bantuan material dan rencana pembangunan rumah layak huni.

Bocah perempuan berusia 10 tahun itu ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh pada 29 Januari 2026. Ia diduga mengakhiri hidup lantaran orang tuanya tak mampu membelikannya perlengkapan sekolah. Sebelum mengakhiri hidup, sang bocah sempat menulis sepucuk surat untuk ibunya—menambah luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. (Faidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *