Dukungan Gerakan Rakyat ke Anies Baswedan Picu Gejolak Politik Menuju Pilpres 2029

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS.COM — Dukungan Partai Gerakan Rakyat kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden 2029 dinilai memicu dinamika politik nasional lebih awal. Langkah tersebut disebut berpotensi mengguncang strategi partai politik lain dalam menentukan arah dan figur menuju kontestasi lima tahunan mendatang.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai deklarasi dukungan ini bukan sekadar simbolik, melainkan sinyal kuat dimulainya kompetisi Pilpres 2029 sejak dini. Menurutnya, partai-partai lain mau tak mau harus mulai menghitung ulang langkah politik mereka.

“Deklarasi ini membuka ruang persaingan lebih cepat. Partai lain akan dipaksa menentukan sikap, apakah tetap menunggu momentum atau mulai mengamankan figur dari sekarang,” ujar Arifki kepada wartawan, Kamis (22/1).

Arifki menambahkan, situasi politik semakin dinamis setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi nol persen. Putusan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi tokoh-tokoh non-petahana maupun kandidat alternatif untuk maju ke panggung nasional.

“Dengan threshold nol persen, peta Pilpres 2029 menjadi jauh lebih cair. Tidak ada lagi dominasi partai besar dalam menentukan siapa yang bisa maju,” jelas Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu.

Ia juga menyoroti potensi dinamika di internal partai-partai yang sebelumnya mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024, seperti Partai NasDem dan PKS. Menurut Arifki, dukungan dari Gerakan Rakyat dapat memunculkan dilema politik, antara menjaga konsistensi dukungan atau membuka opsi baru seiring perubahan peta koalisi nasional.

Selain itu, Arifki menilai langkah Gerakan Rakyat juga akan mendorong partai lain seperti PKB dan Partai Demokrat untuk mengevaluasi strategi mereka. Pasalnya, kedua partai tersebut memiliki figur yang dinilai cukup kuat untuk tampil sebagai calon presiden, yakni Muhaimin Iskandar dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Dalam kondisi politik yang semakin terbuka, hanya menunggu posisi sebagai calon wakil presiden bisa jadi tidak lagi strategis,” katanya.

Menurut Arifki, dukungan dini terhadap Anies Baswedan menjadi penanda bahwa kontestasi Pilpres 2029 akan berlangsung lebih panjang dan kompetitif. Ia memprediksi manuver politik antarpartai akan semakin intens dalam waktu dekat, seiring upaya mengamankan posisi dan pengaruh di tengah perubahan konstelasi nasional. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *