MANGGARAI TIMUR, BONARINEWS.COM – Hujan deras dan kabut tebal menelan harapan, dua perempuan masih hilang setelah tanah longsor menimpa Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kamis sore (22/1/2026). Theresia Resen (47) dan Yustina Mira (19) menjadi korban, sementara keluarga mereka hanya bisa menatap tanah yang terus bergerak, berharap keajaiban terjadi.
Akses ke lokasi yang berada di perbukitan cukup ekstrem. Tim SAR baru tiba setelah perjuangan menembus hujan deras dan jalan yang tertutup longsor. Meskipun puluhan personel dari Basarnas, BPBD, polisi, Brimob, dan aparat desa telah dikerahkan, operasi pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.
Cuaca yang tak bersahabat—hujan, angin kencang, dan kabut tebal—menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat. Longsor susulan pun masih mengancam, membuat pencarian harus dihentikan sementara demi keselamatan personel.
Hari kedua operasi SAR dijadwalkan Sabtu pagi (24/1/2026). Warga dan keluarga korban menahan napas, berharap berita yang mereka tunggu akhirnya datang. Apakah Theresia dan Yustina bisa ditemukan? Tim SAR berjanji pencarian akan terus digencarkan hingga titik terakhir.
Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
