
SIKKA, BONARINEWS.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di rumpon Perairan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga hari kedua masih belum membuahkan hasil.
Kedua nelayan tersebut dilaporkan tidak kembali sejak Senin (25/1/2026) sore, setelah mengalami kendala teknis pada perahu yang mereka gunakan. Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere dari pihak keluarga korban pada Selasa (26/1/2026) pukul 09.50 WITA.
Berdasarkan laporan resmi Operasi SAR H.2, insiden terjadi di Perairan Paga dengan titik koordinat 08°51’4.73″S – 122° 3’46.8″E, atau sekitar 46 kilometer dari Kansar Maumere.
Kronologi Kejadian
Pada Senin (25/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, kedua korban berangkat menuju rumpon untuk mencari ikan menggunakan perahu nelayan bermesin 35 PK dengan jarak sekitar 5 mil dari bibir pantai. Namun, sekitar pukul 18.30 WITA, salah satu korban sempat menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa baling-baling perahu mereka terlepas.
Keluarga korban sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan keberadaan korban. Atas kejadian tersebut, keluarga kemudian meminta bantuan SAR.
Identitas Korban
Adapun dua korban yang hingga kini masih dalam pencarian yakni:
Anwar Mahmud (35), warga Watuwawi, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga.
Norisius Sapa (31), warga Sagandona, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga.
Keduanya menggunakan perahu nelayan berwarna biru, putih, dan merah dengan mesin 35 PK.
Pelaksanaan Operasi SAR
Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (27/1/2026), Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing kesiapan personel dan alat utama (alut) SAR. Operasi pencarian dilakukan sejak pukul 06.15 hingga sore hari dengan metode penyisiran di permukaan air serta koordinasi dengan kapal-kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Meski telah dilakukan pencarian intensif hingga pukul 17.45 WITA, keberadaan kedua korban masih belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (28/1/2026) pukul 06.00 WITA.
Unsur dan Kendala
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kansar Maumere, Polsek Paga, Ditpolairud Polda NTT, Kodim 1603/Sikka, serta keluarga dan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi rubber boat, mopel 30 PK, peralatan SAR air dan medis.
Adapun kendala utama dalam pencarian adalah kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 6–12 knot dan gelombang laut berkisar 0,5 hingga 1 meter.
Tim SAR Gabungan menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Penulis : Faidin
Sumber : Basarnas Maumere
