SIKKA, Bonarinews.com – Selama dua hari, Kamis–Jumat, 05–06 Februari 2026, ruang-ruang diskusi di Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) tidak hanya dipenuhi suara ketikan laptop, tetapi juga percakapan serius tentang masalah sosial, ide, dan harapan.
Di sanalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu belajar menguji mimpi mereka melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Program Studi Pendidikan Fisika (HIMAPROF) ini mengangkat tema “Membangun Generasi Inovatif dan Kreatif melalui Program PKM”, sebuah tema yang diterjemahkan secara nyata melalui proses kolaboratif dan kerja intensif mahasiswa lintas program studi.
Sebanyak 66 mahasiswa terlibat aktif, terdiri dari 36 mahasiswa Pendidikan Fisika, 10 mahasiswa Kimia, 11 mahasiswa Biologi, 6 mahasiswa Matematika, dan 3 mahasiswa Program Studi Ekonomi.
Keberagaman latar belakang keilmuan ini menjadi kekuatan utama dalam melahirkan ide-ide PKM yang kaya perspektif dan lebih kontekstual dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNIMOF, Gustav Nuwa, M.Th.
Ia menegaskan bahwa PKM merupakan fondasi penting dalam membangun tradisi akademik mahasiswa.
“Program Kreativitas Mahasiswa ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi sarana strategis untuk membangun budaya riset, inovasi, dan pengabdian. Mahasiswa harus peka terhadap realitas sosial di sekitarnya, lalu meresponsnya dengan gagasan yang ilmiah dan solutif,” tegas Gustav.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIMOF, Kartini Rahman Nisa, M.Pd. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh berhenti pada penguasaan teori semata.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka dituntut menghadirkan karya nyata yang berdampak. PKM adalah ruang belajar untuk melatih keberanian berpikir, kreativitas, dan tanggung jawab intelektual sebagai calon sarjana,” ujarnya.
Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Deputi UNIMOF, Drs. Daniel Fernandez, M.Si, yang mendorong mahasiswa melihat PKM sebagai peluang strategis pengembangan diri.
“Jadikan PKM ini sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas akademik kalian. Dari sini, mahasiswa bisa belajar serius, berprestasi, dan bersaing di tingkat nasional dengan karya yang bermutu,” kata Daniel dalam arahannya.
Memasuki sesi inti, mahasiswa diarahkan bertemu dengan dosen pembimbing masing-masing dan dibagi ke dalam sejumlah ruang diskusi.
Dalam suasana yang intens namun dialogis, terbentuk 11 tim PKM yang bekerja menyusun proposal—mulai dari perumusan ide, penyusunan latar belakang masalah, hingga pematangan konsep program dan metode pelaksanaan.
Pendampingan langsung oleh dosen pembimbing menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teknik penulisan proposal, tetapi juga diajak mengkritisi kebaruan ide, relevansi program, serta potensi keberlanjutan dampak dari gagasan yang dirancang.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika UNIMOF, Zakaria Al Farizi, M.Pd, menegaskan bahwa PKM adalah proses pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna.
“PKM bukan hanya tentang lomba atau pendanaan. Yang paling penting adalah prosesnya, bagaimana mahasiswa belajar memecahkan masalah nyata di masyarakat melalui inovasi. Dari proses inilah karakter intelektual dan kepedulian sosial mahasiswa dibentuk,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa, dua hari pelaksanaan PKM ini menjadi pengalaman awal memasuki dunia akademik yang sesungguhnya—dunia yang menuntut ketekunan, kerja tim, keberanian berpikir kritis, dan kepekaan sosial.
Dari ruang-ruang diskusi sederhana di Kampus UNIMOF, lahir harapan bahwa gagasan-gagasan tersebut kelak mampu bersaing di tingkat nasional dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ke depan, HIMAPROF UNIMOF berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan PKM secara berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih intensif dan terarah.
Dengan dukungan pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan seluruh civitas akademika, UNIMOF berharap semakin banyak proposal PKM mahasiswa yang menembus pendanaan nasional dan membawa manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial.
Penulis : Faidin
