Dosen Unimed Latih Warga Air Joman Ubah Kelapa Jadi Produk Bernilai Tinggi, Ekonomi Desa Kian Maju

Bagikan Artikel

Asahan, Bonarinews.com – Kelapa yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah di Desa Air Joman, Kabupaten Asahan, kini berubah menjadi komoditas bernilai tinggi berkat pelatihan ekonomi kreatif yang diadakan oleh tim dosen dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 8–9 November 2025, warga setempat diberikan pelatihan intensif untuk mengolah kelapa menjadi produk-produk bernilai jual tinggi seperti nata de coco dan virgin coconut oil (VCO).

Program bertajuk “Pelatihan Ekonomi Kreatif melalui Diversifikasi Produk Olahan Buah Kelapa” ini diikuti oleh kelompok pekerja yang tergabung dalam Usaha Pengolahan Kelapa Garuda Jaya. Selain pelatihan produksi, peserta juga dibekali keterampilan pemasaran online, pengemasan produk, dan pencatatan keuangan sederhana. Hal ini bertujuan untuk memastikan usaha yang dijalankan dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Ayu Putri Ningsih, M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk membuka mata masyarakat terhadap potensi besar yang dimiliki desa mereka. “Kelapa adalah komoditas unggulan di daerah ini. Sayangnya, selama ini banyak dijual mentah dengan harga yang murah. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu masyarakat melihat bahwa kelapa bisa diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang lebih menguntungkan,” jelas Ayu.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar pelatihan teknis, tetapi juga menguatkan mental wirausaha warga. Para peserta diajarkan strategi pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar lebih luas melalui media sosial dan platform daring.

Edi Asputra, pemilik Usaha Garuda Jaya, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Menurutnya, masyarakat yang sebelumnya hanya menjual kelapa secara mentah kini mulai memiliki cara pandang baru terhadap kelapa sebagai bahan baku produk kreatif yang bisa menjadi sumber penghasilan baru.

“Dengan pelatihan ini, kami bisa membuat nata de coco dan VCO sendiri. Itu sangat membantu kami untuk meningkatkan nilai jual produk dan membuka peluang usaha baru,” tutur Edi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh dosen Unimed. Dengan dukungan keilmuan dan pendampingan lapangan, pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu munculnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, terutama untuk desa-desa yang memiliki kekayaan alam melimpah, namun belum didayagunakan secara optimal.

Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, masyarakat Air Joman kini semakin percaya diri untuk memasarkan produk olahan kelapa yang mereka hasilkan, baik secara lokal maupun melalui media digital. Sekarang, kelapa bukan lagi sekadar komoditas mentah, melainkan “emas hijau” yang mampu menggerakkan roda ekonomi desa. (Dedy Hutajulu)

5 thoughts on “Dosen Unimed Latih Warga Air Joman Ubah Kelapa Jadi Produk Bernilai Tinggi, Ekonomi Desa Kian Maju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *