Medan, BonariNews.com – Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan tiga agenda besar pembenahan pelayanan publik di Kota Medan: percepatan digitalisasi layanan, pembangunan sistem ambulans terintegrasi, serta pengembalian pengurusan KK dan KTP ke tingkat kelurahan. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Tematik Pembangunan Kota Medan Tahun 2026, Jumat (20/2/2026), di Kantor Wali Kota Medan, bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, dan jajaran pimpinan perangkat daerah.
Rico Waas menekankan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama reformasi birokrasi. Menurutnya, digitalisasi mampu memangkas alur pelayanan yang selama ini lambat, birokratis, dan menyedot biaya tinggi. Namun ia mengingatkan bahwa sistem digital tidak boleh hanya bagus di atas kertas, melainkan harus mudah digunakan oleh masyarakat.
Ia menegaskan perangkat daerah harus fokus pada integrasi sistem agar layanan daerah selaras dengan aplikasi pemerintah pusat. Dengan begitu, tumpang tindih layanan dapat dihindari dan masyarakat tidak bingung menghadapi banyak aplikasi yang tidak terhubung satu sama lain.
Di bidang administrasi kependudukan, Waas menyoroti tingginya beban pelayanan di kantor Dukcapil yang mencapai 1.600 warga setiap hari. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan perlunya desentralisasi layanan dasar ke kelurahan.
“Kalau Dukcapil bisa menyelesaikan KTP dalam sehari, kelurahan pun seharusnya bisa. Data sudah lengkap, tinggal verifikasi dan cetak,” tegasnya.
Ia meminta jajaran terkait menyiapkan sinkronisasi data dan perangkat agar pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan di wilayah terdekat, sehingga warga tidak harus datang ke kantor pusat layanan.
Selain itu, Waas menyoroti pentingnya sistem tanggap darurat yang terintegrasi. Ia mendorong seluruh rumah sakit di Medan—baik pemerintah maupun swasta—untuk terhubung dalam satu platform digital. Sistem tersebut memungkinkan deteksi lokasi panggilan darurat secara otomatis dan pengiriman ambulans terdekat dengan target respons waktu di bawah 10 menit.
Rencana kemitraan ini akan diformalkan melalui nota kesepahaman dengan berbagai rumah sakit demi memastikan layanan darurat berjalan cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan warga.
Rico Waas menutup arahannya dengan meminta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti instruksi tersebut secara konkret dan berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya jelas: pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan bersih,” ujarnya. (Redaksi).
