Jakarta, BonariNews.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan kebutuhan nyata untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Indonesia diproyeksikan membutuhkan 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Namun, saat ini masih terdapat kekurangan sekitar tiga juta talenta. Meutya menilai, kesenjangan tersebut tidak akan teratasi tanpa membuka akses yang lebih merata bagi anak perempuan untuk belajar dan berkarier di sektor teknologi.
“Indonesia membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030. Tantangannya bukan hanya jumlah, tapi akses yang setara bagi anak perempuan agar bisa tumbuh di dalamnya,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).
Meutya juga menyoroti fenomena *leaky pipeline*, yaitu berkurangnya jumlah perempuan yang melanjutkan karier profesional meski telah mengikuti pelatihan digital. Partisipasi perempuan dalam pelatihan digital berada di angka 36 persen, namun hanya sekitar 17 persen yang benar-benar berkarier di sektor teknologi.
Bidang artificial intelligence (AI) menjadi salah satu sektor yang minim tenaga perempuan.
“Posisi teknis seperti AI dan engineering masih melibatkan 15–18 persen perempuan. Kita harus memastikan akses digital ini berubah menjadi keterampilan dan peluang kerja nyata,” kata Meutya.
Menurutnya, hambatan bagi perempuan di sektor STEM banyak dipengaruhi faktor struktural seperti stereotip gender, minimnya role model, hingga rasa aman yang belum sepenuhnya terjamin. Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga ruang digital agar lebih ramah bagi perempuan dan anak.
Meutya juga mengapresiasi pelaksanaan AWS Girls’ Tech Day, program yang memperkenalkan kecerdasan buatan, robotika, dan coding kepada 400 siswi dari tingkat SD hingga SMA.
“Jangan takut mencoba teknologi dan jangan takut salah. Masa depan digital Indonesia membutuhkan kreativitas, empati, dan keberanian kalian,” tutupnya. (Redaksi)
