Bogor, BONARINEWS — Suderajat (49), pedagang es gabus asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, memilih menutup lembaran pahit yang sempat menggemparkan publik. Usai viral karena diduga dianiaya aparat setelah dituduh menjual es berbahan spons, Suderajat menyatakan tidak ingin melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum.
Dengan suara tenang, pria yang telah 30 tahun berjualan es gabus itu mengaku telah memaafkan para oknum yang terlibat. Baginya, peristiwa tersebut adalah ujian hidup yang harus diterima dengan lapang dada.
“Sudah baikan, sudah damai,” ucap Suderajat usai bertemu aparat kepolisian dan TNI di sebuah musala, Selasa (27/1/2026) malam.
Dalam pertemuan itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo datang langsung untuk menyampaikan permintaan maaf. Momen tersebut terekam dalam video yang memperlihatkan keduanya mencium tangan dan memeluk Suderajat, bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada istrinya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pemerintah desa, sebagai bentuk tanggung jawab dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Suderajat menyebut kejadian penganiayaan yang dialaminya sebagai musibah yang telah digariskan Tuhan.
“Saya maafin semua, saya sudah ikhlas karena Allah. Namanya musibah, Allah Maha Kuasa,” tuturnya.
Ia menegaskan tidak memiliki keinginan agar kasus ini berlanjut ke proses hukum. Fokusnya kini adalah kembali berjualan dan menghidupi istri serta lima anaknya.
Keputusan berdamai itu diambil setelah adanya komunikasi intensif dan permintaan maaf dari aparat. Ia juga mengaku menerima perhatian serta bantuan dari berbagai pihak pascakejadian.
“Alhamdulillah banyak yang peduli, ada bantuan TV, kulkas, perabotan. Saya juga punya niat ke depan mau naik haji sama anak istri,” katanya.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah Suderajat dituduh menjual es gabus berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Tuduhan tersebut berujung pada perusakan dagangan dan dugaan tindakan kekerasan terhadap dirinya.
Padahal, hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan seluruh sampel es gabus, agar-agar, dan bahan dagangan lainnya aman serta layak dikonsumsi. Polisi juga masih menunggu hasil uji lanjutan dari Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk memastikan secara ilmiah.
Meski hasil uji membuktikan tidak adanya bahan berbahaya, Suderajat mengaku masih trauma dan belum kembali berjualan di wilayah Kemayoran. Namun ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa pedagang kecil lain yang hanya berusaha mencari nafkah dengan jujur. (Redaksi)
