Medan, BonariNews.com — Iklim investasi Kota Medan terus menunjukkan tren positif. Di hadapan para investor, konsul negara sahabat, dan pelaku usaha, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, pemerintah kota Medan berkomitmen menjaga stabilitas dunia usaha dengan tetap mengedepankan perlindungan bagi tenaga kerja. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Jamuan Makan Siang “Partnership for Sustainable Development in Medan” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (12/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, sejumlah konsul asing, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Jefri Iswanto, Ketua Kadin sekaligus Ketua Walubi Medan Arman Chandra, serta puluhan pelaku usaha nasional dan internasional. Pertemuan lintas sektor ini menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi menuju pembangunan berkelanjutan di Kota Medan.
Investasi Melonjak Dua Kali Lipat: Bukti Kepercayaan Pengusaha
Rico Waas membeberkan, realisasi investasi Kota Medan mengalami lonjakan signifikan. Target investasi yang semula ditetapkan Rp7 triliun pada tahun 2025 justru melejit menjadi Rp14,5 triliun pada triwulan keempat.
“Ada trust dari para pengusaha untuk berinvestasi di Medan. Dampaknya langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Rico.
Menurutnya, capaian besar itu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pemko Medan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi, kebutuhan perusahaan, dan perlindungan hak-hak tenaga kerja.
Pemko Medan Pastikan Sengketa Pekerja Ditangani Profesional
Di hadapan investor asing dan konsul negara sahabat, Rico menegaskan, setiap persoalan ketenagakerjaan akan ditangani secara profesional oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.
“Kami ingin memastikan dunia usaha tetap stabil dan pekerja tetap terlindungi. Setiap sengketa akan dimediasi secara profesional,” tegasnya.
Rico juga mengapresiasi perusahaan yang tidak sekadar mengejar profit tetapi ikut peduli pada aspek sosial melalui program CSR, terutama perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah
Dalam kesempatan itu, Rico memaparkan berbagai manfaat yang telah disalurkan melalui BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari santunan kematian sekitar Rp42 juta per kasus hingga beasiswa pendidikan anak pekerja yang bisa berlangsung hingga perguruan tinggi.
“Total manfaatnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ini bentuk kepedulian kita bersama terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” jelasnya.
Medan Raih Paritrana Award 2025, 16 Perusahaan Diganjar Penghargaan
Momen tersebut juga menjadi panggung apresiasi. Kota Medan menerima Piagam Penghargaan Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara sebagai Juara II, yang diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jefri Iswanto, kepada Wali Kota Medan.
Pemko Medan turut memberikan penghargaan kepada 16 perusahaan yang aktif dalam program CSR Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tahun 2025. Di antaranya:
Bank Sumut, RS Murni Teguh Memorial, RS Siloam Dhirga Surya Medan, RS Regina Maris, RS Mitra Sejati, RS Royal Prima, RS Bunda Thamrin, Super Andalas Steel, RS Setia Budi, Industri Karet Deli, RS Advent, Indako Trading Coy, Wilmar Nabati Indonesia, RS Mata SMEC Medan, SAAA Inti Kreasi Teknik, dan Berlian Eka Sakti Tangguh.
Ajak Investor Terus Masuk ke Medan
Rico mengajak perusahaan nasional maupun investor asing (PMA) untuk terus memperkuat komitmen investasi di Medan.
“Mari kita bangun Kota Medan menjadi kota yang lebih baik, lebih kuat secara ekonomi, dan lebih peduli secara sosial,” serunya.
Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menambahkan bahwa acara ini menjadi momentum memperkuat kemitraan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia juga memastikan akan ada piagam penghargaan bagi perusahaan yang aktif memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang tahun lalu. (Redaksi)
