Bonarinews.com, Medan — Densus 88 Antiteror (AT) Sumatera Utara terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di tengah masyarakat.
Kerja sama ini diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis Hari Besar Islam yang digelar di Hall Saka Hotel, Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal. Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Tujuan utamanya adalah memberikan “vaksin ideologi” agar masyarakat, khususnya para tokoh agama, memiliki pemahaman yang kuat dan tidak mudah terpengaruh ajaran yang bisa memecah belah bangsa.
Dalam kegiatan ini, Tim Cegah Densus 88 AT Sumut menjelaskan strategi pencegahan penyebaran paham radikal. Mereka menekankan pentingnya menjadikan perayaan hari besar Islam sebagai ajang menanamkan nilai cinta tanah air, kebersamaan, dan sikap moderat dalam beragama.
Sekretaris MUI Kota Medan, Prof. Dr. Mustafa Kamal Rokan, mengatakan bahwa perayaan hari besar Islam seharusnya memberi dampak positif bagi masyarakat, bukan hanya menjadi acara seremonial.
“Perayaan yang kreatif, inklusif, dan penuh kebersamaan akan memperkuat rasa persaudaraan serta menjadikan masyarakat semakin harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Abdul Rahman, dosen Fakultas Agama Islam UMSU, mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan momentum untuk meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Dari pihak Kemenag, Dr. H. Zulfan Efendi, Kabid Penais dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut, mengapresiasi kerja sama yang baik antara Densus 88 dan Kemenag. Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama di Sumatera Utara.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata kolaborasi antara aparat, lembaga pemerintah, dan tokoh agama dalam memperkuat moderasi beragama. Dengan pendekatan yang edukatif dan humanis, masyarakat diharapkan semakin kebal terhadap paham-paham radikal dan intoleran. (Redaksi)
