Jakarta, Bonarinews.com — Medali emas SEA Games 2025 Thailand menjadi awal cerita besar bagi Patricia Geraldine. Di usia 20 tahun, atlet wushu Indonesia itu langsung menorehkan prestasi tertinggi pada penampilan perdananya di ajang multi-event internasional.
Patricia, yang akrab disapa Patrice, tampil gemilang di nomor taolu gabungan changquan, jianshu, dan qiangshu putri. Bertanding di Bangkok, ia menunjukkan konsistensi sejak awal hingga akhir, mengungguli atlet-atlet senior dari negara lain di Asia Tenggara.
Pada jurus qiangshu, Patrice langsung memimpin perolehan nilai dengan skor 9,750. Penampilannya semakin matang saat memainkan jianshu dengan nilai 9,760. Ia menutup kompetisi lewat jurus changquan dan kembali meraih angka tinggi, 9,756, yang mengantarkannya pada total nilai 29,266 dan memastikan medali emas untuk Indonesia.
Kemenangan itu bukan sekadar soal angka. Patricia sukses menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye dan atlet Singapura Le Yin Shuen, sekaligus menunjukkan bahwa regenerasi atlet wushu Indonesia berjalan di jalur yang tepat.
Meski meraih emas, Patricia tidak larut dalam euforia. Ia menyebut prestasi di SEA Games sebagai langkah awal, bukan puncak perjalanan.
“Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Ini pengalaman pertama saya di ajang internasional, dan masih banyak yang ingin saya capai,” ujarnya.
Bagi Patricia, usia muda adalah ruang belajar. Targetnya kini mengarah ke level yang lebih tinggi, seperti kejuaraan dunia dan Asian Games. Ia bertekad terus memperbaiki teknik dan mental bertanding agar mampu bersaing di panggung global.
Emas SEA Games 2025 pun menjadi lebih dari sekadar prestasi individu. Ia hadir sebagai tanda bahwa wushu Indonesia memiliki stok atlet muda yang siap melanjutkan estafet prestasi di masa depan.
Dari Bangkok, Patricia Geraldine pulang bukan hanya membawa medali, tetapi juga harapan baru bagi wushu Indonesia. (Redaksi)