Dari Apel Pagi ke Gerakan Perubahan: Buku Revolusi Mental Menggema di Kemenag Sikka

Bagikan Artikel

SIKKA, BONARINEWS.COM – Apel Kesadaran di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Senin (19/1/2026), kali ini menghadirkan nuansa berbeda. Selain kedisiplinan aparatur, perhatian tertuju pada sebuah buku yang mendorong refleksi dan perubahan cara berpikir.

Pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Dasar, Agustinus Badjo, menyerahkan buku karyanya “Revolusi Mental: Pembentuk Karakter Bangsa” kepada Kepala Kantor Kemenag Sikka. Penyerahan ini menegaskan bahwa perubahan birokrasi bisa dimulai dari gagasan dan literasi, bukan sekadar kebijakan formal.

Buku ini lahir dari kegelisahan dan harapan akan pentingnya pembangunan karakter di tengah tantangan birokrasi dan kehidupan sosial. Agustinus Badjo mengajak aparatur sipil negara menempatkan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas sebagai fondasi kerja dan pelayanan publik.

Kepala Kantor Kemenag Sikka, Yosef Rangga Kapodo, mengatakan buku itu mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada karakter pelaksana. Menurutnya, birokrasi yang kuat harus ditopang oleh aparatur yang sadar akan etos kerja dan moralitas.

“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Terkadang, ia dimulai dari keberanian berpikir dan menulis, lalu menghidupi nilai-nilai itu dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Yosef Rangga.

Buku ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk menyiapkan generasi berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Pesan ini sejalan dengan peran Kementerian Agama dalam membina kehidupan beragama yang harmonis dan bermartabat.

Melalui apel sederhana itu, Kemenag Sikka menyampaikan pesan bahwa revolusi mental bukan sekadar jargon. Perubahan bisa dimulai dari kesadaran, literasi, dan keberanian menanamkan nilai dalam tindakan nyata. Buku ini menjadi saksi bahwa revolusi mental bisa bermula dari halaman yang dibaca dan dipraktikkan bersama. (Faidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *