SIKKA, BONARINEWS.COM— Intensitas hujan yang disertai angin kencang kembali memicu bencana alam di Kabupaten Sikka. Kali ini, cuaca ekstrem menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa dua rumah warga di Dusun Watuliting, Desa Mahebora, Kecamatan Nita, Kamis (22/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Nita sejak siang hari. Angin kencang yang menyertai hujan diduga menjadi faktor utama robohnya pohon hingga menghantam permukiman warga.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Karinus Nurak (65) dan Gaudensius Gedeng, keduanya berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Dusun Watuliting. Rumah Karinus Nurak berukuran 5 x 10 meter, sementara rumah Gaudensius Gedeng berukuran 5 x 7 meter.
Beruntung, saat kejadian tidak ada penghuni di dalam rumah. Pemilik rumah bersama anggota keluarga telah lebih dulu mengungsi ke rumah tetangga terdekat sebagai langkah antisipasi akibat cuaca buruk yang terus berlangsung.
Informasi sementara yang diterima dari pihak kepolisian, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun, dua unit rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon, meski hingga kini media belum menerima laporan pasti total perkiraan kerugian materil yang timbul dalam insiden itu sebab masih dalam proses pendataan oleh Pemerintah Desa Mahebora.

Sementara itu, Kapolsek Nita IPTU Yermy S. Soludale bersama personel Polsek Nita turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau situasi dan memastikan keselamatan warga.
Aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait guna mengambil langkah-langkah penanganan lanjutan.
Sementara itu, para korban terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah keluarga serta tetangga terdekat, sambil menunggu kondisi cuaca membaik dan proses penanganan dilakukan.
Dalam insiden tersebut tingginya risiko bencana hidrometeorologi selama musim hujan menjadi ancaman bagi warga sehingga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di sekitar pepohonan besar atau wilayah rawan bencana, serta segera mengungsi apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. (Faidin)
