Jakarta, Bonarinews.com — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan perannya sebagai pintu awal pencegahan penyakit di Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, lebih dari 70 juta warga tercatat telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah, menandai meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 29 Desember 2025, sebanyak 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar. Tingkat kehadiran yang mencapai lebih dari 96 persen menunjukkan bahwa CKG tidak sekadar menjadi program seremonial, melainkan benar-benar dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Program ini memberi kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal, bahkan sebelum keluhan muncul. Melalui pemeriksaan dasar yang dilakukan secara gratis, potensi penyakit dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan.
Sebagian besar peserta berasal dari kategori CKG Umum, dengan tingkat kehadiran hampir 97 persen. Sementara itu, CKG Sekolah juga memainkan peran penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia dini. Dari jenjang sekolah dasar hingga menengah, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa, jutaan siswa telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan jangka panjang.
Pelaksanaan CKG menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Program ini berjalan di 38 provinsi, didukung oleh lebih dari 500 kabupaten dan kota, serta melibatkan lebih dari 10.500 fasilitas kesehatan. Puskesmas menjadi garda terdepan, terutama dalam menjangkau wilayah terpencil dan komunitas dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Di lingkungan sekolah, lebih dari 16 juta siswa telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kehadiran tenaga kesehatan yang mendatangi sekolah-sekolah membantu memastikan bahwa aspek kesehatan anak tidak terabaikan, sekaligus menjadi langkah awal membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyebut tingginya partisipasi masyarakat sebagai sinyal positif. Menurutnya, CKG mendorong perubahan cara pandang masyarakat, dari yang semula berobat saat sakit menjadi lebih peduli pada pencegahan.
Ia juga menekankan peran tenaga kesehatan yang bekerja langsung di lapangan. Dedikasi para tenaga medis memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat luas, baik di fasilitas kesehatan, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal warga.
Ke depan, Kementerian Kesehatan menilai CKG perlu terus diperkuat sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif. Dengan pemeriksaan rutin yang mudah diakses, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Redaksi)