BRIN Sosialisasikan Program Manajemen Talenta, Dorong Penguatan SDM Riset Nasional

Bagikan Artikel

JAKARTA, Bonarinews.com– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang riset melalui berbagai program pengembangan talenta. Upaya tersebut disosialisasikan dalam webinar yang digelar oleh Pusat Riset Kependudukan BRIN pada Jumat (13/3).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktorat Manajemen Talenta dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek BRIN untuk memperkenalkan sejumlah skema pengembangan bagi peneliti, mahasiswa, dan akademisi.

Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim menjelaskan, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting bagi para peneliti, baik melalui pendidikan lanjutan maupun keterlibatan dalam pembimbingan riset.

“Peneliti perlu terus meningkatkan kapasitasnya, termasuk melalui pendidikan lanjutan serta keterlibatan sebagai co-promotor bagi peserta Degree by Research,” ujarnya.

Beragam Program Pengembangan Talenta

Dalam webinar tersebut dipaparkan sejumlah program pengembangan SDM riset, antara lain magang penelitian, beasiswa Degree by Research (DbR), program postdoctoral, visiting researcher, hingga pendanaan pelatihan bagi peneliti.

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menyampaikan bahwa program tersebut terbuka tidak hanya bagi peneliti di lingkungan BRIN, tetapi juga mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah magang riset bagi mahasiswa sarjana yang sebelumnya menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal ekosistem riset melalui kegiatan magang hingga enam bulan.

Selain itu, BRIN juga menggelar kompetisi riset mahasiswa melalui program Indonesia Research and Innovation (IRI) Fair yang bertujuan mendukung pelaksanaan penelitian tugas akhir mahasiswa.

Program Degree by Research

Program lain yang menjadi perhatian adalah Degree by Research (DbR), yakni program beasiswa pendidikan berbasis riset untuk jenjang magister dan doktoral.

Program ini telah bekerja sama dengan 15 perguruan tinggi negeri berbadan hukum di Indonesia serta 12 perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Menurut Ajeng, saat ini sekitar 1.500 peserta telah mengikuti program DbR. Koordinasi antara mahasiswa, co-promotor, dan kepala pusat riset menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut.

Perkuat Ekosistem Riset Nasional

Selain DbR, BRIN juga menyediakan program postdoctoral yang ditujukan bagi lulusan doktoral dengan masa kelulusan kurang dari lima tahun yang belum memiliki afiliasi institusi.

Program ini memungkinkan peneliti muda bergabung dengan kelompok riset di BRIN selama satu hingga dua tahun untuk menghasilkan publikasi ilmiah bersama.

BRIN juga membuka program visiting researcher atau visiting professor yang memungkinkan pakar dari perguruan tinggi atau lembaga riset luar negeri berkolaborasi di Indonesia selama satu hingga tiga bulan.

Pelaksana Fungsi Penguatan Program Manajemen Talenta, Sakinah Rahmania, menambahkan bahwa program pengembangan talenta tersebut dirancang untuk membina peneliti sejak tahap awal hingga tingkat pascadoktoral.

“Melalui program ini, BRIN berharap dapat memperkuat ekosistem pengembangan talenta riset di Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *