SDM Iptek Indonesia Masih Lemah? BRIN Buka “Degree by Research”, Cetak Peneliti Tangguh

Bagikan Artikel

Jakarta, BONARINEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali membuka Program Pendidikan Pascasarjana Berbasis Riset atau Degree by Research (DBR) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026–2027. Program ini menjadi salah satu langkah strategis BRIN untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) riset melalui pendidikan magister dan doktor yang terhubung langsung dengan kegiatan penelitian.

Informasi pembukaan seleksi disampaikan dalam sosialisasi daring pada Jumat (30/1), yang diikuti sivitas BRIN, perguruan tinggi, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum. DBR diproyeksikan sebagai instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing bangsa.

“Penguatan riset dan inovasi menjadi jembatan bagi akademisi dan periset untuk berkontribusi langsung kepada industri,” ujarnya.

Menurut Edy, pembangunan ekosistem riset tidak bisa dilepaskan dari tiga aspek fundamental: kualitas SDM, pendanaan riset, serta fasilitas dan infrastruktur yang memadai. DBR dirancang untuk menjawab salah satu aspek tersebut, yakni penguatan SDM.

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menyebut DBR sebagai program yang memberi kesempatan bagi pegawai negeri maupun SDM lain untuk menempuh pendidikan S2 dan S3 berbasis riset tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

“DBR menempatkan kolaborasi sebagai inti utamanya. Peserta sejak awal sudah terlibat dalam riset bersama periset BRIN,” katanya.

Program ini terbuka untuk berbagai bidang ilmu, mulai dari sains alam, teknik, kesehatan, hingga sosial humaniora.

Berbeda dari program beasiswa konvensional, DBR menempatkan riset sebagai fondasi utama. Ketua Tim Manajemen Talenta 3 BRIN, Bakhtiardi Putra Siswinanda, menegaskan bahwa DBR bukan sekadar program beasiswa.

“Filosofinya adalah riset terlebih dahulu. Gelar S2 atau S3 merupakan hasil dari kolaborasi riset tersebut,” ujarnya.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem resmi BRIN. Peserta wajib membuat akun dan mengunggah dokumen sesuai template yang telah disediakan.

**Alur Seleksi DBR 2026–2027**

Nanda merinci bahwa persyaratan utama DBR mencakup kewarganegaraan Indonesia, kualifikasi pendidikan sesuai jenjang yang dipilih, serta komitmen melaksanakan riset bersama periset BRIN. Peserta juga harus menyiapkan proposal riset yang sejalan dengan topik BRIN.

Tahapan seleksi meliputi:

1. Seleksi administrasi

2. Seleksi proposal riset oleh reviewer sesuai bidang keilmuan

3. Wawancara untuk menilai komitmen dan kesiapan peserta

Seluruh proses dilakukan secara daring.

Pendaftaran dibuka hingga akhir Maret 2026. Hasil administrasi diumumkan April, dilanjutkan seleksi proposal pada Mei dan wawancara hingga Juni. Pengumuman akhir dijadwalkan pada akhir Juni 2026.

BRIN juga menyediakan dukungan pembiayaan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bagi peserta tanpa afiliasi pekerjaan, tersedia skema bundling sebagai research assistant untuk mendukung keberlanjutan riset.

Melalui DBR, BRIN menargetkan lahirnya talenta riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman riset yang kuat dan relevan bagi pembangunan nasional. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *