BONARINEWS.COM, LIMA PULUH KOTA — Pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus dikebut. Sekretaris Utama BNPB Rustian turun langsung ke lokasi untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan menjawab kebutuhan warga.
Di lokasi, Rustian meninjau pembangunan tahap pertama yang mencakup 12 rumah kopel atau setara 60 unit hunian sementara. Sejumlah unit terlihat telah mencapai sekitar separuh pengerjaan dan ditargetkan bisa segera dihuni dalam waktu dekat.
Hunian sementara ini disiapkan sebagai solusi awal agar warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan memungkinkan mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari sambil menunggu proses pemulihan jangka panjang.
Percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor antara BNPB, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait. Mulai dari pasokan material, pengerahan tenaga kerja, hingga penataan kawasan terus diintensifkan. Pemenuhan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan listrik juga menjadi perhatian agar huntara dapat langsung difungsikan.
BNPB menilai keberadaan hunian sementara bukan sekadar soal tempat berteduh, tetapi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang terencana dan berkelanjutan. Dengan pembangunan yang terus dipacu, pemerintah berharap warga terdampak dapat segera menempati hunian sementara sambil menata kembali kehidupan mereka. (Redaksi)