BNPB Fasilitasi Sekolah Darurat bagi Siswa Terdampak Banjir di Aceh

Bagikan Artikel

BONARINEWS.COM, ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong pemulihan kegiatan belajar mengajar bagi siswa di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Upaya ini terlihat di Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa, 6 Januari 2026.

Sekolah Dasar Negeri 2 Lokop sebelumnya terdampak banjir sehingga bangunan sekolah beserta sarana pendukungnya tidak lagi dapat digunakan. Pada hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026, para siswa terpaksa mengikuti pelajaran di ruang terbuka dengan alas terpal dan tanpa atap.

Merespons kondisi tersebut, pihak sekolah mengajukan permohonan bantuan sarana sekolah darurat. BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Timur dan personel TNI kemudian bergerak ke lokasi dengan membawa tenda peleton serta perlengkapan pendukung lainnya.

Setibanya di lokasi, tenda berukuran 6 x 12 meter didirikan lengkap dengan alas tikar terpal dan sarana penunjang belajar. Dengan fasilitas tersebut, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung di tempat yang lebih layak.

Langkah serupa juga dilakukan BNPB di SD IT An-Nur, Yayasan Teungku Chiek Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya. Sekolah ini mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar semester genap pada Senin, 5 Januari 2026. Namun, banjir membuat gedung PAUD, SD, dan SMP di yayasan tersebut tidak dapat digunakan.

Untuk sementara, proses belajar mengajar dilakukan di bawah tenda peleton yang disiapkan BNPB bersama pemerintah daerah. Meski berlangsung dalam keterbatasan, antusiasme siswa tetap terlihat.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi bersama Tenaga Ahli BNPB Agus Marsanto dan Pelaksana Tugas Direktur Pemulihan Sosial, Ekonomi, dan SDA BNPB Asep Supriatna meninjau langsung kegiatan tersebut. Selain menyapa siswa dan guru, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa peralatan sekolah.

BNPB menyatakan pemulihan sektor pendidikan akan terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Ke depan, BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah berkoordinasi untuk memperbaiki hingga membangun kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana. Dukungan juga akan diberikan kepada para guru melalui tunjangan dan bantuan lainnya.

Upaya ini menjadi bagian dari kerja bersama lintas sektor dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Pemerintah berharap, langkah bertahap tersebut dapat mengembalikan aktivitas pendidikan di Aceh hingga kembali normal. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *