BKSDA Bali Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Dilindungi, Bali Nyaris Kehilangan 7.355 Satwa Liar

Bagikan Artikel

Karangasem, BonariNews.com – Ribuan burung dari berbagai jenis, termasuk satwa yang dilindungi, berhasil digagalkan upaya penyelundupannya di Pelabuhan Padangbai, Bali. Operasi ini dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, bekerja sama dengan Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian KP3 Padangbai pada dini hari.

Pengungkapan dilakukan setelah LSM Flight Protecting Indonesia’s Birds melaporkan adanya pengangkutan burung tanpa dokumen resmi. Burung-burung itu diangkut menggunakan truk dari Pelabuhan Lembar, Lombok, menuju Bali. Pelabuhan Padangbai menjadi pintu masuk strategis, sehingga pengawasan lalu lintas satwa liar sangat penting untuk mencegah perdagangan ilegal dan potensi masuknya penyakit.

Hasil operasi, petugas menyita 173 boks berisi 7.355 ekor burung, termasuk 388 ekor kacamata wallacea yang dilindungi, serta banyak jenis lain seperti manyar, prenjak, pipit zebra, madu sri ganti, dan ciblek. Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa setiap pengangkutan satwa liar wajib disertai dokumen resmi dan sertifikat asal-usul satwa, sesuai aturan untuk menjamin legalitas dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Ribuan burung itu dibawa ke kantor BBKHIT Bali untuk diamankan dan menjalani rehabilitasi. Jenis yang endemik Bali seperti prenjak, ciblek, gelatik batu, dan manyar akan dilepasliarkan kembali di habitat aslinya. Sedangkan jenis non-endemik akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menegaskan, tindakan tegas ini penting untuk mencegah penyebaran hama penyakit hewan karantina seperti flu burung, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku. Ratna Hendratmoko menambahkan bahwa BKSDA Bali akan terus menindak setiap pelanggaran demi menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *