Bencana Hidrometeorologi Kembali Terjang Sejumlah Wilayah: Ratusan Rumah Rusak, Ratusan Warga Terdampak

Bagikan Artikel

Bonarinews.com, Jakarta – Dampak cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi hingga Sabtu (8/11) pukul 07.00 WIB, mulai dari angin puting beliung, cuaca ekstrem, hingga banjir rob. Sedikitnya 239 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak di tiga provinsi, dengan puluhan rumah rusak berat dan ratusan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Angin Puting Beliung Terjang Talaud, Puluhan Rumah Rusak

Kejadian pertama terjadi di Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Angin puting beliung dengan durasi 15–20 menit melanda Desa Rainis, Kecamatan Rainis, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 02.00 WITA.

Sebanyak 18 kepala keluarga menjadi korban terdampak, dengan 18 unit rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan dinding. Tim BPBD Kabupaten Talaud bersama aparat desa setempat langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan di lokasi.

Cuaca Ekstrem di Morotai, 87 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak

Tak lama berselang, cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (7/11) pukul 05.45 WITA. Hujan deras disertai angin kencang menerjang tujuh desa di dua kecamatan, yaitu Desa Korago di Kecamatan Morotai Utara, serta enam desa di Kecamatan Morotai Jaya: Loleo Pangeo, Aru Pangeo, Cendana, Sopi, Sopi Majiko, dan Titi Gogoli.

Sebanyak 87 KK terdampak, tiga keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat, dan 82 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, tiga rumah rusak berat, serta satu kantor camat terdampak. BPBD Pulau Morotai telah menuju lokasi dan melakukan penanganan darurat serta koordinasi dengan aparat kecamatan dan desa.

Banjir Rob Rendam Tanggamus, 64 Jiwa Mengungsi

Bencana lain berupa banjir rob juga terjadi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 18.30 WIB. Air pasang laut yang tinggi merendam dua wilayah, yakni Desa Pekon Way Nipah di Kecamatan Pematang Sawa dan Kelurahan Pasar Madang di Kecamatan Kota Agung.

Sedikitnya 134 KK terdampak, dengan 64 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Data sementara mencatat 115 rumah terdampak, enam rumah rusak berat, dan 13 rumah rusak ringan. BPBD Kabupaten Tanggamus telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk membantu warga terdampak.

BNPB Ingatkan Warga Tetap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Menanggapi serangkaian bencana ini, BNPB mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering.

Warga yang tinggal di daerah rawan, terutama di bantaran sungai dan pesisir pantai, diminta untuk rutin memantau kondisi cuaca dan ketinggian air. Bila hujan deras berlangsung lama, warga disarankan segera melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi dari lembaga resmi.

Peristiwa yang terjadi di Talaud, Morotai, dan Tanggamus menunjukkan, ancaman bencana hidrometeorologi semakin nyata di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. Kewaspadaan dini, kesiapsiagaan masyarakat, dan sinergi antara pemerintah daerah serta lembaga penanggulangan bencana menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak dan korban akibat bencana alam. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *