MEDAN, Bonarinews.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui DPMPTSP Sumut resmi memperketat pengawasan terhadap perusahaan pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaku usaha benar-benar memenuhi kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), yang selama ini masih banyak belum sesuai ketentuan.
Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Sumut, Damar Wulan, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan setidaknya 177 perusahaan diawasi secara langsung sepanjang tahun ini. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara pengisian LKPM dengan benar.
“Masih banyak pelaku usaha yang LKPM-nya belum benar. Tahun ini kita targetkan minimal 177 perusahaan, bekerja sama dengan kabupaten/kota untuk memaksimalkan pengawasan,” kata Damar dalam konferensi pers di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Medan.
Selain pengawasan, DPMPTSP juga menyiapkan pendampingan untuk 200 pelaku usaha agar mereka dapat memenuhi kewajiban LKPM secara tepat waktu dan akurat. Perbaikan kualitas laporan diharapkan mampu memperkuat validitas data investasi Sumut.
“Pembinaan ini penting supaya data investasi kita makin akurat dan mudah dipetakan,” ujarnya.
Damar menegaskan, langkah pengawasan ini sejalan dengan program prioritas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, yang menargetkan realisasi investasi Rp100 triliun pada 2029 sebagai fondasi penguatan stabilitas makro ekonomi daerah.
“DPMPTSP harus punya kontribusi besar dalam mewujudkan stabilitas ekonomi dan fiskal daerah,” tambahnya.
Tak hanya itu, DPMPTSP Sumut juga berkomitmen mendampingi pelaku usaha yang mengalami kendala perizinan. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah menyiapkan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha guna memfasilitasi dan mempercepat penyelesaian masalah perizinan di lapangan.
“Kita akan bantu menyelesaikan kendala perizinan agar kegiatan usaha bisa segera berjalan,” ujar Damar.
Dengan pengawasan ketat, pembinaan rutin, dan percepatan layanan perizinan, Pemprov Sumut berharap aktivitas penanaman modal semakin optimal dan kontribusi terhadap ekonomi daerah semakin besar. (Redaksi)
