JAKARTA, BONARINEWS.COM – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta setelah hujan deras mengguyur sejak Kamis (22/1). Dampaknya, lebih dari 1.600 warga terpaksa mengungsi karena permukiman mereka terendam air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa terdampak banjir. Genangan air terjadi di 20 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan, serta merendam 14 ruas jalan.
Di wilayah Jakarta Timur, pengungsian tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Cawang, warga mengungsi di Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa. Sementara di Kelurahan Bidara Cina, pengungsi menempati Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 107 jiwa, Masjid Al Abror RW 11 sebanyak 40 jiwa, serta Gedung SKKT RW 11 sebanyak 15 jiwa.
Kelurahan Kampung Melayu menjadi salah satu wilayah terparah. Warga mengungsi di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, serta di Masjid Jami Itihadul Ikhwan sebanyak 70 jiwa.
Sementara itu, di Jakarta Barat titik pengungsian tersebar di empat kelurahan. Di Kelurahan Rawa Buaya, pengungsi berada di Masjid Baitul Rahman sebanyak 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 sebanyak 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 sebanyak 25 jiwa, SDN 02 Rawa Buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa Buaya 38 jiwa, serta SDN 07 Rawa Buaya sebanyak 230 jiwa.
Di Kelurahan Kembangan Selatan, warga mengungsi di Kantor JNE Kembangan Selatan sebanyak 82 jiwa. Sedangkan di Kelurahan Kembangan Utara, titik pengungsian berada di Gang Nurul Muslimin RT 07/01 sebanyak 114 jiwa, Sekretariat Jalan H. Bule RT 008/01 sebanyak 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 sebanyak 16 jiwa, serta Mushola Al Hidayah RT 06/01 sebanyak 79 jiwa. Satu titik pengungsian lainnya berada di Kelurahan Duri Kosambi, tepatnya di Masjid Majlis Al-Falah dengan jumlah pengungsi 100 jiwa.
Untuk wilayah Jakarta Utara, pengungsian tercatat di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara, dengan jumlah 97 jiwa.
BPBD DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini pada Minggu (25/1) pukul 09.00 WIB, beberapa genangan telah surut, antara lain di dua RT Kelurahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan, dan dua RT di Kembangan Utara. Namun, banjir masih menggenangi 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara dengan tinggi muka air berkisar 30 hingga 80 sentimeter.
Genangan tertinggi terpantau di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter akibat luapan Sungai Ciliwung.
BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan terus melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi optimal. Upaya ini dilakukan bersama lurah dan camat setempat dengan target genangan dapat segera surut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, mulai dari makanan, pakaian, sanitasi, hingga kebutuhan dasar lainnya selama berada di lokasi pengungsian.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi hingga 29 Januari 2026 di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. Masyarakat diimbau tetap waspada, mematikan aliran listrik saat terjadi genangan, memantau informasi resmi, serta mengikuti instruksi petugas apabila diperlukan evakuasi. (Redaksi)
