Banjir di Semarang Mulai Terkendali, Warga Diminta Tetap Waspada

Bagikan Artikel

Semarang, Bonarinews.com – Kota Semarang dan sekitarnya mulai berangsur pulih setelah banjir yang melanda beberapa wilayah beberapa waktu lalu. Meski begitu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal 2026.

Banjir di Semarang terjadi karena hujan deras yang melanda wilayah ini sejak akhir Oktober 2025. BMKG memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih mungkin terjadi di Jawa Tengah pada bulan November dan Desember 2025.

Untuk menangani banjir, BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov Jawa Tengah mengambil langkah-langkah cepat. Salah satunya adalah operasi modifikasi cuaca, dengan menebar Natrium Klorida dan Kalsium Oksida ke awan hujan agar curah hujan berkurang di daerah terdampak.

Di darat, pompanisasi kolam retensi terus ditingkatkan untuk menyalurkan genangan air ke laut. Jalur pembuangan kolam retensi Terboyo juga diperlebar, sehingga kapasitasnya meningkat dari 20 ribu menjadi 30 ribu meter kubik. Berkat langkah-langkah ini, genangan air di beberapa wilayah utara Semarang mulai surut.

Kepala BNPB mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI yang bergerak bersama-sama menangani banjir. Sinergi ini menjadi contoh penanganan bencana yang cepat dan efektif.

Meski banjir mulai terkendali, warga tetap disarankan menyiapkan diri menghadapi hujan deras, menyimpan dokumen penting di tempat aman, dan selalu memantau informasi cuaca resmi. Dengan kesiapsiagaan, dampak bencana bisa diminimalkan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *