Banjir dan Longsor Meluas di Sumut: 221 Bencana, 43 Tewas, 88 Warga Masih Dicari

Bagikan Artikel

Sumut, Bonarinews.com — Sumatera Utara kembali berduka. Dalam rentang 24 hingga 27 November 2025, bencana alam beruntun melanda berbagai wilayah. Data terbaru Polda Sumut hingga Kamis (27/11/2025) sore, tercatat total 221 kejadian, mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga puting beliung.

Sebanyak 12 kabupaten/kota terdampak. Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, hingga Kota Sibolga termasuk daerah dengan laporan kerusakan terbesar.

Korban jiwa mencapai 43 orang, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka. Yang paling memprihatinkan, sebanyak 88 warga masih dalam pencarian di beberapa titik longsor dan banjir besar. Jumlah pengungsi tercatat 1.168 orang.

Tapanuli Selatan dan Sibolga Catat Korban Terbanyak

Beberapa kawasan mencatat dampak paling besar. Di Tapanuli Selatan, 20 kejadian bencana mengakibatkan 17 orang meninggal dan 73 luka-luka. Sebanyak 500 warga terpaksa mengungsi.

Di Kota Sibolga, longsor beruntun menyebabkan 61 korban, termasuk 7 orang meninggal dan 47 lainnya belum ditemukan.

Tapanuli Utara juga menghadapi situasi genting. Dari 54 kejadian, terdapat 9 korban meninggal dan 31 warga yang masih hilang.

Sementara itu, Pakpak Bharat melaporkan 24 longsor yang menewaskan 2 orang.

Bencana juga memicu perpindahan warga dalam jumlah besar. Langkat mencatat 750 pengungsi akibat banjir di 23 titik.

Polda Sumut Kerahkan 1.030 Personel, Starlink Diaktifkan untuk Akses Komunikasi

Menghadapi situasi tersebut, Polda Sumatera Utara mengerahkan 1.030 personel gabungan dari Satwil, Sat Samapta, Brimob, TIK, dan Dokkes. Polisi membersihkan jalan yang tertutup material longsor, melakukan evakuasi, hingga memberikan layanan medis di lokasi terdampak.

Tim Bidang TIK juga mengoperasikan jaringan internet Starlink di wilayah yang terputus komunikasi, terutama di Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah. Langkah ini memungkinkan warga melapor kondisi darurat dan menghubungi keluarga meski jaringan seluler padam.

Selain itu, posko darurat didirikan di sejumlah titik, dan personel melakukan pengaturan lalu lintas di jalur yang tertutup longsor.

Cuaca Masih Buruk, Helikopter Bantuan Ditunggu Besok

Hujan lebat masih mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini menyulitkan evakuasi dan pencarian korban, terutama di daerah yang terisolasi.

Polda Sumut kini menunggu kedatangan helikopter bantuan dari Mabes Polri. Helikopter itu akan digunakan untuk mengangkut logistik serta mengevakuasi warga di daerah yang tak bisa dijangkau jalur darat.

Tiga truk tim tanggap bencana juga diberangkatkan menuju Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, membawa makanan, minuman, pakaian, dan selimut untuk warga terdampak.

Kapolda Sumut bersama sejumlah pejabat utama dijadwalkan turun langsung ke kawasan paling parah di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

Bencana Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Analisis sementara Polda Sumut menyebut curah hujan sangat tinggi selama beberapa hari terakhir sebagai pemicu utama. Kondisi tanah jenuh dan lereng yang labil menyebabkan longsor berketurunan di banyak titik.

Dengan prediksi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, aparat dan pemerintah daerah diminta tetap siaga penuh. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *