Bangga Berkarya dan Mandiri, Andry Prayogo Bukti Pelatihan Vokasional Buka Jalan Kesuksesan Penyandang Disabilitas

Bagikan Artikel

JAKARTA, BONARINEWS – Kesempatan yang setara mampu mengubah hidup seseorang. Hal itu tercermin dari kisah inspiratif Andry Prayogo (35), penyandang disabilitas netra yang kini berhasil mandiri dan berkarier secara profesional sebagai terapis di Kokuo Family Massage and Reflexology.

Andry merupakan alumni program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia. Berkat pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, Andry mampu menembus dunia kerja dan mempertahankan kariernya hingga kini.

Sejak resmi bergabung pada Oktober 2023, Andry telah bekerja selama dua tahun di Kokuo, sebuah jaringan layanan pijat dan refleksi keluarga yang berdiri sejak 2003 dan kini memiliki lebih dari 20 cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Dari Pelatihan ke Dunia Kerja Profesional

Sebelum bekerja di Kokuo, Andry mengikuti serangkaian bimbingan, pembelajaran, dan pelatihan keterampilan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Program tersebut menjadi bekal penting baginya untuk menghadapi tuntutan dunia kerja secara profesional.

“Perasaan saya diterima dan bekerja di Kokuo sangat bangga. Sekarang saya bisa mendapatkan pendapatan tetap sekitar Rp4 juta per bulan. Harapan saya ke depan bisa terus berkembang di Kokuo dan mengajak teman-teman disabilitas lainnya untuk ikut bergabung,” ujar Andry.

Perjalanan Andry menuju dunia kerja dimulai pada Juli 2023, saat ia mengikuti kegiatan family gathering bersama pemilik Kokuo, Sofyan. Dalam proses seleksi yang cukup ketat, dari sekitar 50 peserta hanya 11 orang yang dinyatakan lolos, dan Andry menjadi salah satu di antaranya.

Lolos Seleksi Ketat hingga Resmi Bergabung

Peserta yang lolos seleksi mendapatkan pembekalan standar Kokuo, meliputi pelatihan profesional, uang transportasi, serta fasilitas makan. Setelah itu, mereka menjalani masa praktik di unit Huangje dengan langsung melayani pelanggan sebagai bagian dari evaluasi kemampuan.

Setelah melalui tahapan tersebut, pada 11 Oktober 2023, Andry dinyatakan memenuhi standar dan resmi bergabung sebagai terapis Kokuo.

“Terima kasih Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Kementerian Sosial, dan Kokuo yang telah menerima kami. Kokuo adalah yang terbaik bagi saya,” kata Andry dengan penuh semangat.

Bukti Nyata Pemberdayaan Disabilitas

Kisah Andry Prayogo menjadi bukti nyata bahwa pelatihan vokasional dan dukungan yang tepat mampu membuka akses kerja dan kemandirian bagi penyandang disabilitas. Program ATENSI Kementerian Sosial tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan kerja secara menyeluruh.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan setara untuk berkarya, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *