TAPANULI TENGAH, Bonarinews.com — Di tengah upaya pemulihan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak menjadi salah satu kebutuhan mendesak. Kepolisian Negara Republik Indonesia mengambil peran dalam upaya tersebut dengan menyalurkan bantuan seragam sekolah bagi siswa sekolah dasar yang terdampak bencana.
Bantuan itu disalurkan pada Selasa (30/12/2025) melalui Polres Tapanuli Tengah, sebagai tindak lanjut perhatian Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia terhadap kondisi sosial masyarakat pascabencana. Distribusi dilakukan bersamaan dengan pemantauan lapangan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh pihak yang membutuhkan.
Dua sekolah menjadi sasaran penyaluran. Di Sekolah Darurat SD Negeri Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, sebanyak 101 siswa menerima seragam sekolah. Bantuan diterima oleh Kepala Sekolah Sulaiman. Sementara itu, di SD Negeri Lopian 2, Kecamatan Badiri, bantuan seragam diserahkan kepada 85 siswa melalui Kepala Sekolah Nelson Situmeang.
Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah pemulihan sosial yang diarahkan oleh pimpinan Polri, khususnya untuk mendukung anak-anak agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar secara lebih layak di tengah keterbatasan akibat bencana.
Menurutnya, keberlanjutan pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena musibah, dan kehadiran negara perlu dirasakan langsung oleh masyarakat dalam situasi sulit.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Pemulihan sosial, termasuk pendidikan, menjadi bagian penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat.
“Anak-anak harus tetap memiliki kesempatan belajar dengan baik. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka kembali ke sekolah dengan rasa percaya diri dan semangat baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polda Sumatera Utara bersama jajaran akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mendukung proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan seragam sekolah ini menjadi penanda awal bagi anak-anak Tapanuli Tengah untuk melangkah kembali ke ruang kelas—sebuah upaya kecil, namun penting, untuk menata masa depan setelah bencana. (Redaksi)