Asah Kepekaan Sosial, Mahasiswa Prodi Antropologi Sosial USU Kunjungi SLB

Bagikan Artikel

Medan, Bonarinews.com – Empat orang mahasiswa Prodi Antropologi Sosial USU  melaksanakan edukasi kreativitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Taman Pendidikan Islam (TPI), di Jalan Sisingamangaraja No. 5, Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, 29 Mei 2024 lalu.

Mereka mengajarkan pembuatan wadah alat tulis dari stik es kepada anak-anak tunagrahita. Wadah alat tulis itu sendiri kemudian dihias sesuai dengan imajinasi anak-anak berkebutuhan khusus itu, sementara para mahasiswa hanya memberikan bimbingan.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa juga mengajak anak-anak tersebut bermain bersama. Seluruh siswa yang hadir terlihat sangat antusias sejak awal sampai dengan saat menunjukkan karyanya.

Dosen yang membimbing mereka, Dr. Fotarisman Zaluchu menjelaskan, mahasiswa ini sedang belajar mata kuliah Kepemimpinan yang dia asuh bersama dua orang dosen lain, yaitu Dr. Irfan dan M. Rifa’i, M.Si.

“Dalam mata kuliah ini, mahasiswa bukan hanya belajar ilmu kepemimpinan, tetapi juga diasah agar memiliki kepekaan sosial melalui project-project yang mereka pilih dan tentukan sendiri. Kegiatan ini menjadi fondasi bagi nurani mereka kelak, sebagai pemimpin di tengah-tengah komunitasnya sendiri,” kata Fotarisman.

Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini merasakan manfaat dari kegiatan yang mereka rencanakan sendiri ini. Nadya Fortuna Gunawan, salah seorang mahasiswa menyatakan betapa ia semakin merasakan pentingnya melihat kebutuhan orang lain yang sesungguhnya memiliki semangat untuk hidup dan belajar.

“Saya berharap untuk dapat mengunjungi anak anak luar biasa lainnya, melakukan kegiatan yang interaktif juga mengajak teman teman yang lain untuk ikut serta, agar sejak dini, kami mahasiswa ini, dapat menumbuhkan kepekaan diri. Bersama anak anak luar biasa ini sangat seru, walaupun ada sedikit kesulitan dalam mengajari mereka, namun saya sangat senang melakukannya,” kata Nadya.

Tentu saja kegiatan ini tidak mudah, papar Dr. Fotarisman Zaluchu melanjutkan. “Saya mengajarkan mereka menyusun sebuah Plan of Action di kelas. Lalu saya menguji mereka dengan kegiatan ini. Pemimpin bukan hanya bisa mendisain rencana, tetapi juga mengeksekusi rencana tersebut, lalu belajar dari sana.”

Respon mahasiswa lain juga sangat positif karena merasakan manfaat dari kegiatan ini. Muammar Rifqi, mahasiswa lain pada kegiatan ini bercerita, “Saya berharap agar teman-teman mahasiswa tidak hanya turut terlibat dalam pendidikan dari sekolah-sekolah untuk siswa biasa, tetapi juga mesti memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolah luar biasa”.

Dr. Fotarisman Zaluchu menyatakan bahwa mata kuliah kepemimpinan ini memang mengajarkan mahasiswa untuk terus memahami esensi-esensi inti dari kepemimpinan karena motto yang harus dipegang adalah “student today, leader tomorrow”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *