Antrean BBM Sempat Terjadi, Pemkab Dairi Pastikan Stok Aman! Warga Diminta Jangan Panic Buying

Bagikan Artikel

DAIRI, Bonarinews.com – Pemerintah Kabupaten Dairi memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman meski sempat terjadi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Imbauan ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Dairi setelah melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terkait kondisi distribusi energi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Dairi Lipinus Sembiring menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayah Dairi masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

“Pasokan BBM untuk Kabupaten Dairi dipastikan tetap aman. Bapak Bupati telah menginstruksikan agar kami terus berkoordinasi dengan Pertamina serta melakukan monitoring di lapangan. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik atau membeli BBM secara berlebihan,” ujar Lipinus, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, berdasarkan data dari BPH Migas, kuota BBM tahun 2026 untuk Kabupaten Dairi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Biosolar, kuota yang dialokasikan mencapai 12.811 kiloliter (KL) atau sekitar 1.068 KL per bulan. Sementara untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite, kuotanya sebesar 21.954 KL atau sekitar 1.830 KL per bulan.

Dari hasil pemantauan distribusi pada Januari hingga Februari 2026, rata-rata penyaluran tercatat 1.712 KL untuk Pertalite dan 1.172 KL untuk Biosolar.

“Artinya, dari data tersebut pasokan BBM masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Dairi,” jelas Lipinus.

Meski demikian, pemerintah daerah telah meminta Pertamina untuk menambah pengiriman BBM pada Maret 2026. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan energi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri.

Selain faktor musim mudik dan aktivitas Ramadan, kekhawatiran masyarakat juga dipicu oleh isu kenaikan harga minyak dunia akibat konflik yang terjadi di Iran. Namun pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap ketersediaan pasokan energi di tingkat nasional.

Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak. “Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri. Gunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Tidak perlu membeli secara berlebihan apalagi menimbun, karena itu melanggar ketentuan dan dapat dikenakan sanksi hukum,” tegas Lipinus.

Pemerintah Kabupaten Dairi juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi energi di daerah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan kondisi tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *