Paluta, Bonarinews.com — Pemandangan tak biasa muncul di Desa Aloban, Portibi. Menjelang sore, di bawah panas yang menyengat, puluhan anak justru berlari kecil menuju pesantren kilat Ramadan. Berpuasa tak membuat mereka lesu—justru semakin bersemangat.
Warga mengaku terkejut. Selama ini, kegiatan seperti ini hampir tak pernah ada, apalagi dilakukan setiap hari sepanjang Ramadan.
Kegiatan ini digelar Forum Peduli Bonapasogit/Forduli-DA.
Ketua Forduli-DA, Raja Doli Harahap, mengatakan mereka terus bergerak meski dana terbatas.
“Kami hanya ingin anak-anak punya kegiatan positif. Semoga mereka menjadi generasi yang berguna untuk agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya, Rabu (4/3).
Selain menguatkan ilmu agama, kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengalihkan anak dari kebiasaan bermain gawai dan pengaruh budaya luar yang semakin kuat masuk ke desa.
Raja juga menyampaikan terima kasih kepada pemuda-pemudi Aloban yang bersedia mengajar meski honor tidak seberapa.
“Semoga jerih payah ustaz dan ustazah dibalas Allah. Bersama Forduli-DA, kami membangun tanpa batas.”
Ia tak lupa berterima kasih kepada para donatur yang sudah tiga tahun terakhir terus menjaga MDTA Al-Iqdam Desa Aloban tetap berjalan dan tetap hidup.
Pesantren kilat ini kini menjadi harapan baru warga: bahwa generasi muda Desa Aloban bisa tumbuh dengan akhlak yang kuat di tengah pesatnya arus teknologi. (Tohong)
