Sikka, Bonarinews.com – Warga Dusun Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, diliputi duka setelah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun ditemukan meninggal pada Kamis pagi, 1 Januari 2026. Korban berinisial MGH, pelajar kelas V sekolah dasar.
Korban ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA di belakang dapur rumah keluarganya, tepatnya di area pohon jeruk di RT 013/RW 004 Dusun Natawulu. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh nenek korban, MAW, 59 tahun, yang baru kembali dari mengikuti misa Tahun Baru.
Setibanya di rumah, MAW memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Ia kemudian mencari korban di dalam rumah dan halaman depan. Pencarian berlanjut ke bagian belakang rumah hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Dalam keadaan panik, MAW berlari ke jalan raya untuk meminta pertolongan warga. Ia kemudian bertemu FMB, 35 tahun, warga setempat, dan bersama-sama kembali ke lokasi kejadian. Setelah memastikan kondisi korban, keduanya mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa. Sekitar pukul 10.50 Wita, Kasi Pemerintahan Desa Ladogahar menghubungi Bhabinkamtibmas setempat untuk meminta penanganan kepolisian.
Petugas Polsek Nita bersama Unit Identifikasi Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mencatat keterangan saksi, serta melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan menggunakan tali nilon berwarna biru yang terikat pada cabang pohon jeruk setinggi sekitar 230 sentimeter dari permukaan tanah. Panjang tali diperkirakan sekitar dua meter, dengan posisi korban berlutut saat ditemukan.
Sebelum petugas tiba, keluarga dan saksi sempat melakukan upaya pertolongan dengan melepaskan ikatan dari tubuh korban.
Pemeriksaan medis terhadap jenazah dilakukan oleh tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Nita di dalam rumah korban. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi jenazah. Keluarga juga menyatakan bersedia memberikan keterangan kepada kepolisian apabila di kemudian hari diperlukan pendalaman lebih lanjut.
Olah tempat kejadian perkara dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sikka AKP Djafar Awad Alkatiri. Sejumlah pejabat Polsek Nita turut hadir dalam penanganan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Dusun Natawulu. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak dan remaja, serta memperkuat komunikasi di lingkungan keluarga dan sosial untuk mencegah kejadian serupa. (Faidin)
