Alumni ITERA Natasya Salsabila Raih Juara Dunia Kompetisi Riset Material

Bagikan Artikel

Lampung, BONARINEWS– Natasya Salsabila, alumni Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) angkatan 2019, menorehkan prestasi internasional dengan menjadi juara pertama Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025. Kompetisi riset internasional ini digelar oleh Institute of Materials, Minerals & Mining (IOM3) yang berbasis di Inggris, dan diikuti oleh peneliti muda dari berbagai negara.

Pada babak final, Natasya mengungguli peserta dari Inggris, Tiongkok, dan Hong Kong. Kompetisi ini menuntut kemampuan riset yang kuat sekaligus kemampuan komunikasi untuk menjelaskan materi kepada audiens non-ahli. Natasya mempresentasikan penelitian doktoralnya tentang optimisasi aluminium nitrida untuk transistor berperforma tinggi. Penelitiannya fokus meningkatkan kualitas lapisan aluminium nitrida sebagai penyangga transistor berbasis galium nitrida, yang banyak digunakan di perangkat elektronik daya tinggi dan frekuensi tinggi.

Keunggulan riset Natasya terletak pada pendekatan skala industri. Ia menggunakan wafer berukuran 8 inci dengan mesin sputtering industri, berbeda dari penelitian sejenis yang biasanya dilakukan pada skala laboratorium dengan wafer 2–4 inci. Pendekatan ini mampu meningkatkan produksi aluminium nitrida hingga 25–40 persen per proses, lebih efisien, dan relevan untuk kebutuhan industri semikonduktor.

Saat ini, Natasya tengah menempuh studi doktoral berbasis riset di Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), setelah menyelesaikan pendidikan magister di universitas yang sama dengan dukungan beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP). Selain fokus pada riset, Natasya aktif dalam organisasi mahasiswa pascasarjana dan menjabat sebagai ketua divisi akademik.

Kepada mahasiswa ITERA, Natasya berpesan agar mengenali dan mengembangkan potensi diri secara konsisten. “Tidak semua orang harus unggul di semua bidang. Yang penting adalah fokus mengembangkan kemampuan yang dimiliki, baik akademik maupun non-akademik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *