TAPANULI UTARA, Bonarinews.com– Kunjungan kedua Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ke HKBP Nagasaribu Onan Harbangan menjadi momen penuh makna bagi jemaat dan masyarakat adat setempat. Jika setahun lalu kunjungan dilakukan dalam suasana duka dan perjuangan, kali ini warga menyambutnya dengan sukacita dalam perayaan Jubileum 125 Tahun gereja yang digelar pada 8 Maret 2026.
Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, mengingat kembali kunjungannya pada 16 Februari 2025 saat situasi masyarakat Nagasaribu masih diliputi ketegangan akibat konflik dengan perusahaan pulp dan kertas PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Pada kunjungan tersebut, Ephorus datang untuk memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat adat yang baru saja mengalami tindakan kekerasan. Selain memimpin ibadah di gereja, ia juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi portal yang dibuat perusahaan yang saat itu membatasi akses warga menuju hutan kemenyan.
Dalam momen yang sangat emosional, Ephorus bahkan menitikkan air mata saat menyampaikan harapannya agar masyarakat tidak dihalangi pergi ke hutan kemenyan, yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Menurutnya, masyarakat adat hanya ingin mempertahankan kehidupan dan tradisi leluhur mereka, bukan untuk mencari kekayaan.
Kenangan tersebut kembali disampaikan Ephorus dalam kunjungan keduanya pada perayaan Jubileum 125 Tahun HKBP Nagasaribu Onan Harbangan di Nagasaribu Onan Harbangan, Tapanuli Utara. Dalam suasana yang lebih hangat, ia bahkan sempat melontarkan candaan kepada jemaat.
Dengan nada ringan, Ephorus mengatakan suatu saat mungkin perlu juga dibuat “jubileum portal”. Ucapan tersebut langsung disambut gelak tawa jemaat yang hadir, mencairkan suasana dan menjadi simbol perubahan keadaan yang dirasakan masyarakat.
Kunjungan kedua ini terasa jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 masyarakat masih merasakan penderitaan akibat konflik lahan dan pembatasan akses hutan kemenyan, kini kondisi telah berubah setelah operasional TPL di wilayah tersebut berhenti.
Perubahan itu membawa harapan baru bagi masyarakat adat Nagasaribu untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan sejahtera.
Perayaan Jubileum 125 tahun HKBP Nagasaribu Onan Harbangan pun menjadi momentum penting bagi jemaat untuk bersyukur sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan iman di tengah perjalanan panjang komunitas tersebut.
Jemaat juga menyampaikan terima kasih kepada Ephorus HKBP atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Nagasaribu dalam masa-masa sulit hingga saat ini.
Perayaan ini bukan hanya menandai usia panjang gereja, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat adat yang selama ini berjuang mempertahankan ruang hidup dan tradisi mereka. (Redaksi)