Medan, Bonarinews.com — Di tengah hiruk-pikuk kota dan derasnya arus digital yang mendominasi kehidupan generasi muda, sekelompok anak muda di Medan memilih arah berbeda. Mereka tidak sibuk mengejar popularitas atau berlomba mencari sorotan di media sosial. Sebaliknya, mereka memilih menebar kebaikan melalui langkah-langkah kecil yang sederhana namun bermakna.
Komunitas ini menamakan diri Wujud Baik, sebuah gerakan sosial yang lahir pada tahun 2024 dari niat tulus menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan, bukan sekadar momen sesaat. Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, Wujud Baik ingin menghadirkan ruang bagi kepedulian dan empati untuk tetap tumbuh dan nyata dalam tindakan.
Berdiri tanpa dukungan sponsor besar atau program megah, Wujud Baik lahir dari semangat beberapa anak muda Medan yang percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil. Mereka berpegang pada keyakinan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki daya untuk menginspirasi dan menular.
Sejak berdiri, komunitas ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu kegiatan rutin mereka adalah pangkas gratis untuk anak-anak panti asuhan. Dengan peralatan sederhana dan tenaga sukarela, para relawan memberikan layanan potong rambut sambil menebar tawa dan kebahagiaan. Bagi mereka, senyum anak-anak yang mereka bantu adalah bukti bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berarti.

Tak hanya bergerak di bidang sosial, Wujud Baik juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan penanaman mangrove, mereka mengajak generasi muda untuk peduli pada kelestarian alam. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan baru bagi bumi—sebuah pengingat bahwa menjaga alam juga merupakan bentuk nyata dari kebaikan.
Selain itu, setiap hari Jumat komunitas ini rutin menggelar kegiatan “Wujud Baik Berbagi”, di mana para relawan turun langsung ke jalan membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, sebelum berbagi, mereka lebih dulu membeli makanan dari pedagang kecil dan pelaku UMKM lokal. Dengan cara ini, satu aksi kecil membawa dua manfaat sekaligus—membantu pedagang kecil dan berbagi rezeki kepada sesama.
Kini, Wujud Baik terus tumbuh menjadi gerakan anak muda yang menginspirasi di Medan. Melalui kegiatan seperti pangkas gratis, penanaman mangrove, dan Wujud Baik Berbagi, mereka membuktikan bahwa kebaikan sejati tidak perlu menunggu momen besar. Cukup dengan niat tulus dan tindakan sederhana, setiap orang bisa menjadi wujud nyata dari kebaikan itu sendiri. (Redaksi)

