Bonarinews.com – Pavel Durov, CEO Telegram yang sempat ditahan oleh pihak berwenang Prancis, kini telah dibebaskan dengan jaminan sebesar 5 juta euro. Meskipun telah kembali ke kebebasannya, Durov masih harus memenuhi beberapa syarat, termasuk tinggal di Prancis di bawah pengawasan ketat pengadilan. Ia diwajibkan melapor ke kantor polisi dua kali seminggu selama masa penyelidikan yang bisa berlangsung lama.
Kondisi Bebas Bersyarat
Durov, yang dikenal dengan gaya hidupnya yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain, kini harus menetap di Prancis hingga kasusnya mendapatkan keputusan akhir. Proses penyelidikan diperkirakan akan memakan waktu yang tidak singkat, mungkin berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, sebelum adanya keputusan final.
Tuduhan dan Kontroversi
Pavel Durov menghadapi tuduhan serius terkait moderasi konten di platform Telegram. Aplikasi pesan ini dituduh kurang mengawasi konten yang beredar, sehingga digunakan untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penyebaran konten pedofilia. Selain itu, Durov juga dituduh tidak kooperatif dalam penyelidikan mengenai aktivitas ilegal tersebut.
Menanggapi tuduhan ini, Telegram mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak tuduhan tersebut. Perusahaan menekankan bahwa Telegram mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital. Mereka juga menegaskan bahwa moderasi konten di platform mereka mengikuti standar industri dan terus menerus ditingkatkan untuk memastikan kualitas dan kepatuhan yang optimal.
Alasan Penangkapan
Durov ditangkap pada 24 Agustus 2024 di Paris, berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Prancis. Sejak penangkapannya, Durov yang sebelumnya merupakan warga negara Rusia dan kini juga menjadi warga negara Prancis serta Uni Emirat Arab, tidak pernah rutin berada di Prancis.
Dengan membayar uang jaminan senilai 5 juta euro, setara dengan Rp 85,7 miliar, Durov berhasil mendapatkan kebebasan bersyarat. Dia kini harus mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan selama masa penyelidikan.
Peran Kedutaan Rusia
Kedutaan Besar Rusia di Prancis juga ikut serta aktif dalam menangani kasus ini. Meskipun tidak ada banding resmi dari tim Durov, kedutaan Rusia telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengklarifikasi situasi ini dan mendukung Durov.
Posisi Telegram dan Masa Depan
Telegram, yang memiliki hampir satu miliar pengguna aktif, menawarkan fitur enkripsi menyeluruh dan saluran informasi cepat. Situasi ini membawa perhatian besar terhadap bagaimana aplikasi tersebut mengelola moderasi konten dan melawan aktivitas ilegal di platformnya.
Dengan investigasi yang terus berlanjut, semua mata kini tertuju pada bagaimana kasus Pavel Durov akan mempengaruhi kebijakan moderasi konten dan bagaimana perusahaan teknologi besar seperti Telegram akan beradaptasi dengan tuntutan regulasi global.
Penulis: Priskila Theodora
