Dorong Revolusi Energi Terbarukan Indonesia, Itera dan PLN Kolaborasi Riset Tanaman Energi Kaliandra dan Sorgum

Bagikan Artikel

Lampung, BONARINEWS — Upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia semakin konkret setelah Institut Teknologi Sumatera resmi menggandeng PT PLN (Persero) dalam riset pengembangan tanaman energi berbasis kaliandra dan sorgum untuk mendukung sumber energi terbarukan nasional.

Kerja sama strategis ini difokuskan pada penelitian pemanfaatan dua jenis tanaman tersebut sebagai bahan baku co-firing pembangkit listrik serta bahan dasar produksi hidrogen melalui proses gasifikasi, yang menjadi bagian dari target besar bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) Indonesia.

Program riset ini resmi dimulai melalui Kick Off Meeting yang digelar di Aula Gedung Kuliah 2 Institut Teknologi Sumatera pada Selasa (19/5/2026). Acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor Itera bersama jajaran pimpinan PT PLN (Persero) dan unit riset biomassa PLN.

Dalam sambutannya, pihak Itera menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan teknologi energi bersih berbasis riset terapan. Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan biomassa sebagai solusi energi alternatif yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

Dari sisi PLN, biomassa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik, tetapi juga sebagai sumber inovasi energi masa depan seperti hidrogen hijau. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Itera diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi tersebut dari sisi penelitian hingga implementasi.

Riset ini juga mencakup perencanaan pengembangan lahan tanaman energi, khususnya sorgum dan kaliandra, yang akan menjadi basis eksperimen dalam mendukung kebutuhan energi nasional. Selain itu, penelitian diarahkan untuk memperkuat ekosistem energi baru terbarukan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pemaparan teknis, tim peneliti menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada produksi biomassa, tetapi juga pada integrasi teknologi gasifikasi untuk menghasilkan energi bersih berbasis hidrogen, yang ke depan diharapkan menjadi salah satu pilar energi masa depan Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi penelitian di lingkungan kampus Itera untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan lahan yang akan digunakan dalam program riset tersebut.

Melalui kolaborasi ini, Itera dan PLN menargetkan lahirnya inovasi energi berbasis tanaman lokal yang dapat memperkuat program co-firing nasional sekaligus membuka jalan bagi pengembangan hidrogen hijau sebagai bagian dari transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Lindung Silaban
Editor: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *