Medan, BONARINEWS.com – Kisah memilukan seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan yang harus ditandu sejauh sekitar 30 kilometer selama enam jam akibat akses jalan rusak dan jauhnya fasilitas kesehatan, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution langsung bergerak cepat dengan memastikan percepatan program peningkatan Puskesmas rawat inap di daerah terpencil.
Bobby menyampaikan belasungkawa dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih membutuhkan perhatian besar, baik dari sisi fasilitas maupun akses infrastruktur.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang akan dipercepat adalah peningkatan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya di wilayah yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit terdekat.
Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan akses jalan menjadi faktor utama yang harus segera diatasi agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan medis darurat.
Program ini sebelumnya direncanakan mulai pada 2027, namun kini dipercepat pada tahun ini setelah adanya dukungan dari pemerintah pusat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan pengecekan standar fasilitas Puskesmas di wilayah masing-masing.
Jika sudah memenuhi kriteria, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan anggaran untuk peningkatan status menjadi Puskesmas rawat inap.
Selain fokus pada layanan kesehatan, Bobby juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan menuju daerah terpencil agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi lebih cepat dan aman.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya mendorong program, tetapi juga menyiapkan dukungan pembiayaan, sementara realisasi di lapangan tetap membutuhkan pengajuan dari pemerintah daerah setempat.
Dengan langkah ini, Pemprov Sumut berharap tidak ada lagi kasus keterlambatan penanganan medis akibat jauhnya fasilitas kesehatan, terutama di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.
Penulis: Dedy Hu