Medan, BONARINEWS.com — Suasana berbeda terasa di SLB Negeri Pembina Medan pada Kamis 30 April 2026. Sekolah ini kedatangan tamu internasional dari Malaysia dalam program International Cooperative Education Partnership yang langsung mencuri perhatian.
Sebanyak 17 orang rombongan hadir, terdiri dari guru, siswa, hingga perwakilan sekolah. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi momen penting berbagi pengalaman dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus lintas negara.
Kepala sekolah Mardi Panjaitan menyambut langsung kedatangan tamu dengan hangat. Ia memaparkan profil sekolah sekaligus memperkenalkan berbagai layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.
Mulai dari penanganan tunagrahita, tunarungu, tunanetra, tunadaksa hingga autisme, seluruhnya dijelaskan secara rinci sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan inklusif dan berkualitas.
Menariknya, SLB Negeri Pembina Medan disebut sebagai salah satu sekolah dengan jumlah siswa terbanyak, khususnya pada jenjang SLB-E. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu untuk melihat langsung sistem pembelajaran yang diterapkan.
Dari pihak Malaysia, perwakilan Dara Nursuraya binti Abdullah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan. Ia juga memperkenalkan sekolah asal mereka, SMK Jawi, yang memiliki sekitar 115 siswa.
Selama kegiatan berlangsung, kedua belah pihak aktif berdiskusi, bertukar informasi, serta saling mengenal sistem pendidikan masing-masing. Interaksi ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia dan Malaysia.
Momen ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di Medan semakin diperhitungkan di tingkat internasional.
Penulis: Raisya Azwina Meidy
Memang keren ya pak Mardi Panjaitan ini ❤️💪💪💪💪🏆