Dari Belawan, Anak-anak Belajar Jaga Lingkungan Lewat Dongeng dan Bank Sampah

Bagikan Artikel

Medan, BONARINEWS.com — Halaman SMK Muhammadiyah 4 Belawan, Kamis, 30 April 2026, tidak hanya dipenuhi deretan karya daur ulang. Di sana, anak-anak sekolah dasar tampil membawa pesan yang lebih jauh dari sekadar lomba: soal masa depan lingkungan mereka sendiri.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Zakia Kinara Lenjia Nasution. Siswi kelas 5 MIS Al Fathin Belawan itu tampil mendongeng dengan tema pesisir Belawan. Ceritanya sederhana, tentang laut, sampah, dan kebiasaan manusia yang sering luput disadari. Namun, pesan yang disampaikan cukup kuat: sampah yang dibuang ke laut akan kembali ke manusia.

Penampilan Kinara menjadi bagian dari kegiatan Pengumuman Lomba Bank Sampah Sekolah dan Pameran Daur Ulang Sampah yang digelar Gugah Nurani Indonesia. Program ini telah berjalan sekitar tiga bulan di sejumlah sekolah di Belawan sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Project Manager GNI Medan CDP, Anwar Suhut, mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk membentuk kebiasaan baru pada anak-anak. Ia berharap peserta didik terbiasa menjaga kebersihan dan mengolah sampah sejak dini.

Menurut Anwar, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi. Ini bagian dari gerakan bersama untuk membangun generasi yang peduli lingkungan. Ia juga menegaskan pihaknya akan terus mendukung program serupa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dari pihak tuan rumah, Ketua Yayasan Muhammadiyah 4 Belawan, Syaiful Anwar, menilai persoalan sampah di Belawan masih menjadi tantangan serius. Ia menyebut kebersihan sebagai wajah utama sebuah kota yang harus dijaga bersama.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan sejak usia dini. Anak-anak yang terbiasa membuang dan memilah sampah dinilai akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kegiatan ini diikuti sejumlah sekolah dasar di Belawan. Hasilnya, UPT SD Negeri 060968 keluar sebagai juara pertama lomba bank sampah, disusul SD Swasta HKBP Bersubsidi di posisi kedua dan MIS Al Fathin di posisi ketiga. Untuk kategori harapan, SDS Kusuma Zaitun meraih peringkat pertama, diikuti UPT SD Negeri 066957 dan SD HKBP Teladan.

Di luar hasil lomba, kegiatan ini menunjukkan perubahan pendekatan pendidikan lingkungan di sekolah. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari memilah sampah hingga mengolahnya menjadi karya bernilai.

Penulis: Dedy Hu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *