Medan, BONARINEWS.com – Penampilan tak biasa datang dari siswa kelas 3 SD Kusuma Zaitun Belawan yang sukses memukau penonton lewat drama musikal penuh makna. Tak hanya menghibur, pertunjukan ini menyisipkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membangun karakter sejak dini.
Dengan penuh semangat dan ekspresi yang total, para siswa tampil di atas panggung membawakan cerita yang sarat nilai moral. Mulai dari pentingnya menjaga bumi, mencintai lingkungan, hingga kebiasaan sederhana memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Yudit Hutahaean, Guru SD Kusuma Zaitun mengungkapkan, penampilan tersebut bukanlah sesuatu yang instan. Dibutuhkan latihan intensif selama hampir satu bulan untuk mempersiapkan siswa agar tampil maksimal.
“Lumayan, hampir satu bulan melatih anak-anak. Prosesnya memang tidak mudah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan memilih konsep drama musikal dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pertunjukan ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi anak-anak lain yang hadir.
“Biar menginspirasi anak-anak yang hadir juga. Karena sebenarnya itu pesan yang bagus untuk anak-anak sebaya mereka,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Yudit menilai saat ini lagu-lagu anak sudah semakin jarang diperdengarkan. Melalui drama musikal ini, pihaknya ingin menghidupkan kembali kecintaan anak terhadap lagu anak-anak.

“Sekarang sudah jarang diperdengarkan tema atau lagu anak-anak. Jadi kami buat ini supaya anak-anak juga suka dengan lagu anak-anak,” tambahnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses latihan dibimbing langsung oleh guru kelas Marlina Suryani Manullang, yang dengan sabar mengarahkan siswa dari nol hingga siap tampil percaya diri di atas panggung.
Di balik penampilan yang memukau, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Perbedaan karakter setiap siswa menjadi salah satu kendala utama dalam proses latihan.
“Kesulitannya mengatur anak-anak yang sifatnya berbeda-beda, lalu menentukan peran yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, tim juga harus kreatif dalam menyusun alur pertunjukan, termasuk menggabungkan beberapa potongan lagu menjadi satu kesatuan drama musikal yang harmonis dan menarik.
Namun semua kerja keras itu terbayar lunas saat para siswa tampil penuh percaya diri. Tak hanya belajar seni, mereka juga mengasah kerja sama tim, keberanian, dan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
Kemeriahan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Pengumuman Lomba Bank Sampah Sekolah yang digagas oleh Gugah Nurani Indonesia (GNI) Medan CDP, Kamis (30/4/2026).
Acara ini juga diramaikan dengan fashion show berbahan daur ulang, di mana siswa dari berbagai sekolah di Belawan tampil memamerkan busana unik hasil kreativitas mereka dari limbah seperti plastik, karton, hingga bungkus kemasan bekas.
Project Manager GNI Medan CDP, Anwar Suhut menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan bagian dari gerakan besar membangun karakter generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Belawan tumbuh menjadi generasi yang cinta lingkungan, cinta kebersihan, dan terbiasa mendaur ulang sampah. Ini bukan hanya lomba, tapi gerakan bersama,” tegasnya.
Dari panggung sederhana di Belawan, pesan besar itu disampaikan dengan cara yang menyentuh: melalui seni, anak-anak diajak peduli, berani, dan menjadi bagian dari perubahan untuk lingkungan yang lebih baik.
Penulis: Dedy Hu