Bonarinews.com | Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka akses pengetahuan bagi mahasiswa dengan memperkenalkan langsung teknologi pengujian struktur di laboratorium canggih yang dimilikinya di Tangerang Selatan.
Melalui Laboratorium Teknologi Kekuatan Struktur, mahasiswa diajak melihat bagaimana pengujian dilakukan secara nyata, mulai dari uji statis, uji dinamis, hingga Full Scale Structural Test yang digunakan untuk menguji kekuatan struktur dalam skala penuh.
Tak hanya itu, laboratorium ini juga dilengkapi metode pengujian fatigue dan fracture untuk mengukur ketahanan material terhadap beban berulang serta potensi keretakan yang bisa terjadi dalam kondisi operasional.
Perekayasa Ahli Madya BRIN, Hendro Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa pengujian yang dilakukan mencakup berbagai sektor penting, mulai dari tiang pancang, infrastruktur perkeretaapian, hingga sarana transportasi.
Menurutnya, seluruh proses pengujian bertujuan memastikan setiap struktur memenuhi standar keamanan dan kelayakan sebelum digunakan, sehingga mampu menjamin keselamatan dan kenyamanan.
Dalam sesi kunjungan edukatif, mahasiswa dari Universitas Muhadi Setiabudi juga diperlihatkan langsung pengujian komponen kereta seperti gerbong dan bogie. Pengujian ini penting untuk mengetahui ketahanan struktur dalam berbagai skenario beban.
Dosen pendamping, Abdul Hamid, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. Selain memperkuat pemahaman teori, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama, termasuk program magang di BRIN.
Ia menambahkan, meski materi seperti pengujian beton sudah dipelajari di kampus, keterbatasan fasilitas membuat mahasiswa belum sepenuhnya mengenal teknologi pengujian berskala besar seperti yang dimiliki BRIN.
Melalui kegiatan ini, BRIN menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat riset, tetapi juga sebagai mitra pendidikan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. (Lindung Silaban)