WFH dan Hemat Energi Jalan Terus DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tak Boleh Terganggu

Bagikan Artikel

Jakarta, Bonarinews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi X menegaskan bahwa kebijakan penghematan energi yang tengah didorong pemerintah tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan, khususnya pembelajaran tatap muka di sekolah.

Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan bahwa kegiatan belajar langsung di kelas tetap menjadi metode utama yang harus dipertahankan. Menurutnya, interaksi antara guru dan siswa merupakan elemen penting yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh sistem daring.

Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka memiliki keunggulan dalam penyampaian materi secara menyeluruh, termasuk kegiatan praktikum yang membutuhkan kehadiran fisik. Selain itu, interaksi sosial di lingkungan sekolah juga berperan dalam membentuk karakter dan perkembangan emosional peserta didik.

Komisi X juga menilai bahwa kebijakan zonasi pendidikan yang telah diterapkan selama ini turut mendukung efisiensi energi. Dengan jarak sekolah yang relatif dekat dari tempat tinggal, penggunaan transportasi dapat ditekan sehingga sejalan dengan upaya penghematan energi nasional.

Di sisi lain, penerapan pembelajaran jarak jauh secara luas dinilai masih menghadapi berbagai kendala. Risiko penurunan kualitas pembelajaran, keterbatasan interaksi, hingga kesenjangan akses teknologi menjadi tantangan yang harus diperhatikan.

Meski demikian, sistem pembelajaran daring tetap dianggap relevan sebagai alternatif dalam situasi tertentu, seperti bencana alam, gangguan akses, atau keterbatasan tenaga pendidik di wilayah terpencil.

DPR menekankan bahwa keseimbangan antara kebijakan efisiensi energi dan keberlangsungan pendidikan harus dijaga, sehingga keduanya dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *