Taput, Bonarinews.com – Perhatian masyarakat Kecamatan Muara tertuju pada peresmian Dapur SPPG Muara Mandiri, sebuah pusat layanan pemenuhan gizi yang digadang-gadang bakal mengubah masa depan anak-anak dan menggerakkan ekonomi warga. Peresmian dilakukan langsung oleh Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Ketua TP PKK Taput Neny Angelina JTP Hutabarat, di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar membagi makanan, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan gizi yang tepat sebagai investasi menuju Generasi Emas 2045. Ia menekankan, indikator utama bukanlah kuantitas makanan, melainkan kecukupan kandungan gizi yang benar-benar dibutuhkan anak.
Tak hanya untuk kesehatan, MBG ternyata juga memicu perputaran ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah menyiapkan sentra pertanian modern di Siborongborong untuk memasok kebutuhan bahan baku MBG. Sentra ini nantinya bersinergi dengan Perseroda Pertanian, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan agar pasokan pangan bisa dipenuhi dari masyarakat sendiri—lebih efisien dan menguntungkan petani.
Dari sisi teknis lapangan, Badan Gizi Nasional Kabupaten Tapanuli Utara mengungkapkan, sudah ada 37 dapur SPPG aktif di Taput dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp1 miliar per hari untuk bahan baku. Warga didorong memanfaatkan peluang ini dengan menanam komoditas yang dibutuhkan dapur gizi.
Khusus Kecamatan Muara, jumlah penerima manfaat mencapai 4.000 orang, sehingga diperlukan dua dapur SPPG untuk pelayanan maksimal. Pemerintah juga mempercepat pengembangan SPPG di wilayah 3T seperti Sibandang.
Tokoh masyarakat Op. Modesty Siregar mengaku bangga dengan kehadiran SPPG. Menurutnya, keberadaan dapur ini membantu banyak pihak dan pihaknya siap mendukung penuh kebijakan pemerintah.
Acara peresmian diawali dengan ibadah singkat dan dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimca, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat. Pembangunan SPPG ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Jaringan Tapanuli Peduli Bona Pasogit dan BGN. (Redaksi)
