Sofyan Tan: Rahasia UMKM Naik Kelas di Era AI, Kemasan dan Branding Jadi Senjata Utama

Bagikan Artikel

Medan, BonariNews.com – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan bahwa kemasan dan branding adalah kunci utama agar UMKM bisa bersaing dan naik kelas di era pasar modern yang serba digital. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) BRIN bertema Pelatihan Teknik Desain Label Kemasan untuk UMKM di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, Sabtu (21/2/2026).

“Saat ini konsumen sangat jeli. Mereka memperhatikan semua detail kemasan mulai dari kandungan gula, kadar garam, bahan pengawet, tanggal kadaluarsa, hingga status halal,” ujar Sofyan Tan. Ia menekankan bahwa kemasan bukan sekadar pelindung produk, tetapi wajah yang mencerminkan kualitas dan identitas produk.

Menurut Sofyan Tan, pemilihan warna dan desain kemasan harus sesuai dengan target pasar. “Kalau targetnya ibu-ibu, pilih desain lembut; kalau Gen Z, warna dan konsep harus lebih segar dan modern. Kemasan yang tepat bisa langsung menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Ia mencontohkan persaingan di industri mi instan. Indomie, merek ternama, sempat tersaingi produk Alhami yang menargetkan konsumen muslim mayoritas di Indonesia dengan tagline “ingat Alhami, ingat Alhamdulillah”, menunjukkan bagaimana perang dagang produk sering ditentukan oleh kemasan dan branding.

Indra Rusyadi Adiwijaya, Analis Pemanfaatan IPTEK BRIN, menambahkan bahwa teknologi AI menjadi solusi efisien bagi UMKM untuk membuat desain kemasan dan promosi produk. “Dengan AI, UMKM bisa membuat kemasan menarik dan iklan video profesional tanpa perlu menyewa artis atau model. Cukup dengan prompting AI, produk bisa tampil menonjol di pasaran,” katanya.

Indra juga menekankan pentingnya growth mindset bagi pelaku UMKM. Pengusaha yang berpikir terbuka, kreatif, dan gigih menghadapi tantangan akan mampu membawa usahanya naik kelas.

Bimtek BRIN ini diikuti ratusan pelaku UMKM dari Medan dan sekitarnya, antusias belajar strategi desain kemasan, pemanfaatan teknologi AI, dan branding agar produk semakin dikenal dan diminati konsumen. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *