Deliserdang, BonariNews.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mendorong perluasan layanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga balita dan ibu hamil. Seruan itu ia sampaikan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Kampus IV, Percut Seituan, Deli Serdang, Senin (16/2/2026).
Surya menegaskan, masa depan daerah ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak hari ini. “Anak yang cukup gizi akan berpikir lebih kuat, belajar lebih baik, dan menjadi generasi yang mampu membangun bangsa,” ujarnya.
Ia kemudian mengajak seluruh pihak melakukan empat langkah penting:
- Menggunakan bahan pangan lokal agar manfaat ekonomi kembali ke masyarakat.
- Menjaga kualitas gizi sehingga anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi sehat.
- Mengawasi program secara terbuka dan berkelanjutan.
- Mempercepat pembangunan SPPG di seluruh Sumatera Utara.
Menurutnya, MBG bukan sekadar intervensi pangan, tetapi investasi jangka panjang untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. “Program ini tidak akan berhasil bila berjalan sendiri. Semua harus bergandengan tangan—pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, sekolah, hingga dunia usaha,” kata Surya.
Dukungan juga datang dari Abdul Mu’ti, yang mengatakan, MBG merupakan investasi strategis bagi generasi Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan tiga fase emas perkembangan manusia:
- Masa dalam kandungan,
- Golden age (lahir hingga usia lima tahun),
- Masa pertumbuhan berikutnya.
“Itulah masa-masa penting. Ketika MBG menyasar ibu hamil dan menyusui, maka kita sedang berinvestasi pada masa paling menentukan dalam kehidupan manusia,” ujar Abdul Mu’ti.
Dengan perluasan cakupan MBG, pemerintah optimistis kualitas generasi muda akan meningkat signifikan, sekaligus memperkuat pondasi pembangunan jangka panjang di Sumatera Utara. (Redaksi)
